BOND UPDATE 20111014

Lima seri SUN dilelang Selasa mendatang

Pemesanan ORI008 sudah mencapai Rp 6,62 triliun

Bank Permata akan eksekusi opsi beli Obligasi Subordinasi I

Market Summary: Inflasi Melonjak Signifikan, IHSG Stagnan

Ipotnews – Sempat menguat pada penutupan sesi siang, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) stagnan di akhir perdagangan Senin (3/8) ke posisi 4800,18 poin.  Data BPS inflasi bulan Juli sebesar 0,93 persen naik dibanding bulan sebelumnya di posisi 0,54%.

Indeks LQ45 naik 0,24% ke posisi 815 poin. Jakarta Islamic Index (JII) drop -0,78% ke posisi 637 poin. Indeks IDX30 naik 0,72% ke level 422 poin. Indeks SRI-KEHATI menguat 0,23% ke posisi 275,92 poin. Indeks SMInfra 18 melemah -0,6% ke posisi 321,49 poin.

Transaksi mencapai Rp4,537 triliun. Volume perdagangan 4,418 miliar saham. Posisi investor asing beli bersih (net buy) sebesar Rp328 miliar.

Sektor
Agri -1,18%
Mining -0,89%
Properti +0,74%
Infrastruktur -0,95%
Finance +1,76%
Trade -1,08%
Manufaktur -0,70%
Consumer -1,28%
Basic-ind -0,45%
Misc-ind +0,31%

Saham-saham consumer dan infrastruktur yang pada perdagangan pekan lalu sempat menjadi bintang penopang IHSG, tertekan akibat profit taking. Saham-saham consumer yang bergerak melemah di antaranya seperti GGRM -0,25%. INAF -1,54%. INDF -1,64%. KAEF -4,04%. KLBF -2,01%. SIDO -1,83%. TSPC -1,02%. UNVR -2,81%.

Adapun emiten-emiten infrastruktur yang bergerak negatif di antaranya adalah CMNP -2,25%. INDY -2,07%. JSMR -1,31%. TBIG -0,90%. TLKM -0,68%. WINS -8,24%.

Adapun saham-saham keuangan naik paling signifikan yang dimotori oleh BRI yang menguat +4,5%. Bank Mandiri +1,8%. BCA +1,1%. BNI +1,2%.

Kurs rupiah drop 0,11% ke posisi Rp13.518 per USD.

Bursa Asia
Bursa Asia tumbang pada penutupan trading hari Senin seiring jatuhnya harga energi dan kekecewaan pada data manufaktur China.

Indeks Nikkei 225 drop 0,18% (37,13 poin) ke posisi 20.548,11 poin.
Indeks Hang Seng melemah 0,91% (224,86 poin) ke level 24.411,42 poin.
Indeks Shanghai di Tiongkok melemah 1,11% (40,82 poin) ke level 3.622,91 poin.
Indeks Straits Times Singapura drop 0,30% (9,71 poin) ke posisi 3.192,79 poin.

Bursa Eropa
Indeks saham di bursa Eropa bergerak menguat pada sesi opening perdagangan hari ini, Senin (3/8) pagi waktu setempat.

Indeks FTSE 100 Inggris dibuka turun 0,10% ke posisi 6.689,93 poin
Indeks DAX 30 Jerman melemah 0,12% ke level 11.292,50 poin.
Indeks CAC 40 Perancis drop 0,11% ke level 5.076,80 poin.

Minyak
Harga minyak di pasar Asia melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari Senin (3/8) sehubungan kekhawatiran pada banjir pasokan minyak di pasar global. Organisasi negara-negara pengekspor minyak (OPEC) mengindikasikan tidak akan memangkas produksi.

Minyak WTI turun 37 sen ke posisi US$46,75 per barel. Brent drop 45 sen ke level US$51,76 per barel.

(awsj/cnbc/afp/mk)

Sumber : IPOTNEWS

https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Summary__Inflasi_Melonjak_Signifikan__IHSG_Stagnan&level2=newsandopinion&id=3755048&img=level1_topnews_3&urlImage=#.Vb8-yfOqqko

Market Break: Sempat Negatif Pada Sesi Opening, IHSG Naik 0,2%

Ipotnews –  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,2% (11 poin) ke posisi 4813,84 poin pada jeda perdagangan hari Senin (3/8).

Indeks LQ45 naik 0,41% ke posisi 816 poin. Jakarta Islamic Index (JII) melemah 0,35% ke posisi 640 poin. Indeks IDX30 naik 0,38% ke 423 poin. Indeks SRI KEHATI naik 0,42% ke posisi 276,44 poin. Indeks SMInfra turun 0,33% pada posisi 322,34 poin.

Transaksi mencapai Rp2,195 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 2,287 miliar.

Sektor
Agri +0,37%
Mining +0,15%
Properti +0,91%
Infrastruktur -0,59%
Finance +1,58%
Trade -0,68%
Manufaktur -0,30%
Consumer -0,90%
Basic-ind +0,50%
Misc-ind +0,33%

Laju IHSG ditopang oleh kelompok saham properti serta finance. Saham-saham properti yang menguat di antaranya ASRI +2,0%. WSKT +2,0%. Sementara emiten-emiten finance yang bergerak positif di antaranya adalah: BRI +4,0%. BMRI +1,8 persen. BCA +1,0%. BNI +1,1%.

Sektor consumer dan infrastruktur tertekan profit taking sehingga melemah signifikan setelah pada pekan kemarin menjadi binting. Saham infrastruktur yang melemah di antaranya BULL -1,22%. CMNP -2,50%. INDY -0,34%. MBSS -4,29%. TLKM -1,36%. WINS -7,84%.

Adapun saham consumer yang melemah adalah: KAEF -1,01%. KLBF -2,29%. SIDO -1,83%. TSPC -1,27%. UNVR -2,13%

Bursa Asia
Mayoritas indeks saham di bursa Asia tumbang pada jeda perdagangan hari Senin (3/8) seiring pelemahan harga energi dan data manufaktur China yang berada di level 47.8 poin versi Caixin lebih rendah dibanding survei pendahuluan yang diperkirakan sebesar 48,2 poin.

Sedangkan data resmi yang dirilis kantor statistik China data manufaktur berada di posisi 50.0 selama periode Juli atau lebih rendah dibandingkan dengan perkiraan versi Reuters sebesar 50,2 poin. Pelemahan manufaktur China terkait dengan pelemahan demand di dalam negeri dan global.

Indeks Nikkei 225 melorot 0,48% (99,68 poin) ke posisi 20.485,56 poin.
Indeks Hang Seng drop 1,07% (263,64 poin)  ke posisi 24.372,64 poin.
Indeks Shanghai minus 2,43 poin (88,93 poin) ke posisi 3.574,80 poin
Straits Times Singapura melemah -0,2% (-5 poin) ke posisi 3.197 poin. (pukul 12.00 WIB)

(afp/cnbc/mk)

Sumber : IPOTNEWS

https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Break__Sempat_Negatif_Pada_Sesi_Opening__IHSG_Naik_0_2%&level2=newsandopinion&id=3753833&img=level1_topnews_2&urlImage=sahamlapis2_reok.jpg#.Vb8MD_Oqqko

Market Brief: Asia Dibuka Melemah, Pasar Menunggu Rilis Data Makro

Ipotnews – Mengawali pekan ini (3/8), bursa saham Asia dibuka melemah dengan mencatatkan kontraksi pada semua indeks saham utama, terpengaruh oleh penurunan harga energi dan indeks saham di bursa AS.

Investor menunggu rilis data aktivitas manufaktur China yang akan dirilis hari ini. Indkes Nikkei 225 Jepang dibuka melemah 0,3%, dan berlanjut turun 0,53% (-108,27 poin) ke level 20.476,97, pada pukul 8:15 WIB, tertekan oleh penurunan harga saham emiten terkait minak dan alat berat.

Pada jam yang sama, indeks ASX 200 Australia turun tipis 0,14% (7,86 poin) ke posisi 5.691,30 terpengaruh oleh penurunan harga saham emiten pertambangan dan migas. Indeks Kospi, Korea Selatan melorot 0,73% (-14,74 poin) ke level 2.015,42 terseret penurunan harga saham-sahamblue chips.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan lebih stabil, setelah berhasil mengakhiri pekan lalu dengan membukukan kenaikan. Analis mengatakan, kenaikan indeks yang cukup signifikan akhir pekan lalu, melunasi utang gap 4749-4771 dan indeks akan erada pada kondisi aman selama support terjaga di atas 4700. Tren penurunan indeks akan mulai melambat dan akan banyak dipengaruhi oleh rilis data makro ekonomi domestik dan global.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, pada perdagangan hari ini indeks akan menanti data makro ekonomi Indonesia serta rilis Laporan keuangan 1H15 emiten. IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatan, support 4.740 dan resist 4.860. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain : BBRI [BBRI 10,000 650 (+7,0%)], BMRI [BMRI 9,525 0 (+0,0%)], PTPP [PTPP 3,905 125 (+3,3%)], WSKT[WSKT 1,770 45 (+2,6%)].

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di Wall Street, akhir pekan lalu ditutup melemah, tertekan oleh penurunan harga saham perusahaan-perusahaan energi, dipicu oleh penurunan harga minyak mentah. Kekhawatiran tentang kelebihan pasokan, memberikan kontribusi penurunan hingga 2,6 persen pada indeks saham energi. Rilis data pertumbuhan upah yang rendah, menimbulkan spekulasi Federal Reserve AS kemungkinan akan menunda rencana kenaikan suku bunga pada September. Namun secara keseluruhan indeks saham utama mengalamai kenaikan dibanding sepekan sebelumnya.

Dow Jones Industrial Average turun 0,32% (-56,12 poin) menjadi 17.689,86, naik 0,7% dibanding pekan sebelumnya.
S&P 500 melemah 0,23% (-4,79 poin) menjadi 2.103,84, melesat 1,2% dibanding pekan sebelumnya.
Nasdaq Composite turun tipis 0,01% (-0,50 poin) menjadi 5,128.28, tumbuh 0,8% dibanding pekan sebelumnya.

Harga ETF saham Indonesia di New York Stock Excange naik 2,41% (0,51 poin) menjadi US$22,54.

Bursa saham utama Eropa, akhir pekan lalu berakhir dengan membukukan kenaikan, di tengah rilis data kinerja emiten, volatilitas di bursa saham China, dan penurunan harga komoditas. Investor berhati-hati menanggapi rilis sejumlah data ekonomi yang kurang memuaskan. Inflasi Juli di 19 negara zona euro bergeming, ketika tingkat penganggguran bergerak mendatar. Analis menilai belum ada sinyal bahwa program stimulus ekonomi Bank Sentral Eropa (ECB) mempunyai dampak nyata terhadap perekonomian.

FTSE 100 London naik 0,41% (27,41 poin) menjadi 6.696,28.
DAX Frankfurt menguat 0,46% (51,84 poin) ke posisi 11.308,99.
CAC 40 Paris melaju 0,72% (36,19 poin) menjadi 5.082,61.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sebagian besar mata uang utama dunia, akhir pekan lalu berakhir melemah terpengaruh oleh rilis sejumlah data ekonomi yang negatif, sehingga meredam sentimen pasar untuk kenaikan suku bunga pada awal September. Rilis Indeks sentimen konsumen untuk bulan Juli dari Thomson Reuters/University of Michigan menunjukkan penurunan dari 96,1 pada Juni menjadi 93,1, jauh di bawah konsensus pasar sebesar 94,1. Indeks Biaya Ketenagakerjaan yang dirilis Departemen Tenaga Kerja AS hanya naik 0,2% pada kuartal kedua, di bawah ekspektasi pasar sebesar 0,6%. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang mitra dagang utama AS, turun 0,33% menjadi 97,230.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Komoditas

Harga minyak kembali anjlok pada akhir perdagangan pekan lalu. Para trader bereaksi negatif mencermati sinyal OPEC yang tidak akan menurunkan tingkat produksi. Sekjen OPEC mengatakan OPEC tidak akan menurunkan tingkat produksi, yang menurut data resmi mencapai 30 juta barel per hari selama 4 tahun terakhir. Hasil survei Reuters memperkirakan produksi minyak OPEC Juli lalu mencapai 32 juta barel per hari. Penurunan persediaan minyak AS sebesar 4,2 juta barel tidak mengubah harga menjadi lebih baik Secara keseluruhan, harga kontrak pengiriman minyak selama Juli lalu, untuk jenis minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 21%, sedangkan untuk jenis minyak Brent North Sea melemah 18%.

Harga minyak WTI untuk pengiriman September melorot US$1,40 (-2,89%) ke level US$47,12 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan September turun US$1,10 ke posisi 52,21 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu berakhir menguat setelah Departemen Tenaga Kerja AS merilis Indeks Biaya Ketenagakerjaan AS yang hanya meningkat 0,2%, terendah dalam 33 tahun. Data yang lebih buruk dari perkiraan itu, menekan ekspektasi kenaikan suku bunga AS pada September nanti. Kenaikan harga emas juga terdorong oleh penurunan nilai tukar dolar.

Harga emas untuk pengiriman Agustus naik 0,6% menjadi US$1.094,90 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,8% ke posisi US$1.095,80 per ounce. (AFP,Reuters,CNBC)

Sumber : IPOTNEWS

https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Asia_Dibuka_Melemah__Pasar_Menunggu_Rilis_Data_Makro&level2=newsandopinion&id=3752904&img=level1_topnews_2&urlImage=#.Vb7P2fOqqko

Equity Update 3 Agustus 2015

Market Review

Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah pada perdagangan pekan lalu, Dow Jones mencatatkan pelemahan 56 poin (-0,32%) pada level 17.690, S&P turun 5 poin (-0,23%) pada level 2.104, dan Nasdaq turun 1 poin (-0,01%) pada level 5.128. Bursa Wall Street melemah menyusul adanya ekspektasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada bulan September. Dari Eropa bursa ditutup menguat, DAX menguat 52 poin (+0,46%) pada level11.309, FTSE menguat 27 poin (+0,41%) pada level 6.696. Sementara index Asia ditutup bervariasi, Hang Seng menguat 138 poin (+0,56%), Shanghai turun 42 poin (-1,13%), dan Nikkei 225 menguat 62 poin (+0,30%). Pergerakan pada index Eropa dan Asia masih melanjutkan respon terhadap keputusan The Fed untuk menahan suku bunga (Fed Rate).

IHSG ditutup menguat 90 poin (+1,91%) pada perdagangan akhir pekan lalu, dengan investor asing mencatatkan beli bersih (foreign net buy) sebesar Rp 340,99 miliar di seluruh pasar. Hampir seluruh sektor mengalami penguatan kecuali sektor pertambangan yang mengalami pelemahan. Penguatan dipimpin oleh sektor industry barang konsumsi (+3,23%), dan Keuangan (+2,60%). Penguatan yang terjadi pada indeks merupakan respon positif terhadap rilis laporan keuangan emiten 1H15.

Pada perdagangan hari ini indeks akan menanti data makro ekonomi Indonesia serta rilis Laporan keuangan 1H15 emiten. Indeks harga saham gabungan diprediksi akan melanjutkan penguatan, support 4.740 dan resist 4.860. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain : BBRI, BMRI, PTPP, WSKT

News Highlights

Manajemen PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyiapkan pencadangan sebesar 290% sebagai antisipasi kenaikan NPL dari 0,6% menjadi 0,7%. Kalau tidak ada nasabah korporasi besar yang mulai bermasalah, maka pencadangan yang perseroan lakukan sudah cukup karena secara umum kualitas kredit masih bagus.

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) akan membagikan dividen interim sebesar Rp100 per saham, Cum div di pasar regular tanggal 7 agustus 2015.

PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) mengalami pertumbuhan laba 2,2% (yoy) menjadi Rp7,4T hingga Juni 2015.  Pendapatan naik menjadi Rp48,8T dari sebelumnya Rp43,5T sehingga laba usaha naik menjadi Rp15,T dari sebelumnya Rp14T.

PT Wijaya Karya (WIKA) hingga semester I 2015, meraih laba bersih Rp200,5M atau turun dari sebelumnya yang mencapai Rp282,6M. Penjualan bersih mencapai Rp4,8T atau turun dari sebelumnya Rp5,8T.

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) :Laba bersih 1H15 naik 27,7% menjadi Rp 1,73 T vs laba bersih 1H14 sebesar Rp 1,36 T.

PT Blue Bird (BIRD) meraih pertumbuhan laba bersih 11% (yoy) pada SI-2015 menjadi Rp 444 M. Pendapatan neto naik menjadi Rp2,6T dari sebelumnya  Rp2,3T. Laba usaha naik menjadi Rp610M  dari sebelumnya Rp548M.

PT Astra Internasional Tbk ( ASII) : Laba bersih 1H15 turun 18% menjadi Rp8,5T vs laba bersih 1H14 sebesar Rp9,82T.

———————————–
ipotindonesia , ipotplan , ipotfund

DISCLAIMER: This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness.  Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendation contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities.  PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.

Rekomendasi Saham IPOT 3 Agustus 2015

IHSG (4.803)
Range: 4,740 –4,860 

—Indeks ditutup diatas EMA5 serta membentuk pola white marubozu yang merupakan sinyal bullish continuation, stochastic masih berada pada area oversold dan MACD negatif. Target kenaikan indeks pada level 4.860 kemudian 4.900 dengan support di 4.740 dan 4.690.

WSKT (1.770)
Rekomendasi: Spec BUY 

—Candle ditutup di atas VMa (5,10) serta membentuk pola white opening marubozu yang merupakan sinyal bullish continuation, stochastic golden cross sedangkan MACD positif. Target kenaikan harga pada level 1.800 kemudian 1.830 dengan support di 1.735, cut loss jika break 1.700.

BBRI (10.000)
Rekomendasi: Spec BUY

—Candle naik tajam hingga mampu break resist EMA(5,10) diikuti dengan  volume tinggi. Stochastic mengarah keluar dari oversold sementara MACD belum konfirm karena masih negatif.
Target harga 10.300 kemudian 10.750 sementara support 9.875. Cut loss jika break 9.300.

BMRI (9.525)
Rekomendasi: Spec BUY 

—Dengan volume tinggi dan kondisi oversold, candle terlihat berusaha naik meskipun belum mampu break resist EMA5. Jika mampu break 9.650 maka sebaiknya beli dengan target harga 9.950. Support 9.450, cut loss jika break 9.275.

Market Summary: IHSG Melambung Pada Perdagangan Akhir Pekan

Ipotnews – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cerah pada penutupan perdagangan akhir pekan. IHSG menguat +1,9% (+90 poin) ke level 4.802,53 poin.

Indeks LQ45 naik 2,18% ke posisi 811 poin. Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,65% ke posisi 639 poin. Indeks IDX30 naik 2,28% ke level 420 poin. Indeks SRI-KEHATI menguat 2,71% ke posisi 275,28 poin. Indeks SMInfra 18 naik 1,85% ke posisi 323,45 poin.

Transaksi mencapai Rp5,773 triliun. Volume perdagangan 4,959 miliar saham. Posisi investor asing beli bersih (net buy) sebesar Rp212 miliar.

Sektor
Agri +0,10%
Mining -0,91%
Properti +0,92%
Infrastruktur +1,54%
Finance +2,27%
Trade +0,68%
Manufaktur +1,64%
Consumer +2,38%
Basic-ind +1,17%
Misc-ind +0,47%

Sektor consumer kini menjadi penopang utama IHSG setelah pada perdagangan kemarin turun paling buruk. Saham-saham consumer yang menguat di antaranya: GGRM +5,32%. ICBP +2,50%. INAF +2,63%. INDF +3,39%. KAEF +0,51%. KLBF +1,75%. MYOR +2,58%. SIDO +6,86%. UNVR +3,90%.

Kelompok saham finance juga ikut menunjang penguatan IHSG. Saham-saham unggulan di sektor finance bertengger di puncak Top 10 Gainers LQ45. Saham BBRI naik +7,0%. BNI +6,3%. BCA +2,3%.

Saham-saham manufaktur melanjutkan penguatan sejak sesi pagi ditopang oleh saham-saham seperti BULL +2,50%. EXCL +2,60%. HITS +0,71%. JSMR +3,62%. PGAS +0,38%. TLKM +2,44%. TBIG +1,21%

Kurs rupiah drop 0,13% ke posisi Rp13.537 per USD.

Bursa Asia
Mayoritas indeks saham di bursa regional Asia menguat tipis pada penutupan trading hari Jumat. Para investor merespon positif fluktuasi bursa saham China yang mulai berkurang.

Penguatan Indeks Shanghai Composite terbatas setelah finis di zona negatif pada sesi kedua seiring sentimen bursa Wall Street yang bergerak variatif, pelemahan harga komoditi dan data makro ekonomi Jepang yang lebih rendah.

Indeks Nikkei 225 naik 0,30% (62,41 poin) ke posisi 20.585,24 poin.
Indeks Hang Seng naik 0,56% (138,30 poin) ke level 24.636,28 poin.
Indeks Shanghai di Tiongkok melemah 1,13% (42,04 poin) ke level 3.663,73 poin.
Indeks Straits Times Singapura drop 1,49% (48,27 poin) ke posisi 3.201,25 poin.

Bursa Eropa
Bursa Eropa dibuka menguat pada perdagangan hari Jumat pagi waktu setempat. Bursa Perancis menjadi lokomotif penguatan. Para investor mencermati laba emiten dan data perekonomian AS di saat situasi volatilitas bursa China dan penurunan harga komoditi.

Indeks FTSE 100 Inggris dibuka naik 0,23% ke posisi 6.684,32 poin
Indeks DAX 30 Jerman naik 0,13% ke level 11.271,31 poin.
Indeks CAC 40 Perancis naik 0,34% ke level 5.063,47 poin.

Minyak
Harga minyak melanjutkan koreksi pada perdagangan hari Jumat di bursa Asia setelah OPEC terindikasi mempertahankan tingkat produksi seperti saat ini. Sedangkan penguatan nilai tukar dolar AS juga menyebabkan harga minyak tertekan.

Minyak WTI turun 32 sen ke posisi US$48,20 per barel. Brent drop 24 sen ke level US$53,07 per barel.

(awsj/cnbc/afp/mk)

Sumber : IPOTNEWS

https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Summary__IHSG_Melambung_Pada_Perdagangan_Akhir_Pekan&level2=newsandopinion&id=3750312&img=level1_topnews_1&urlImage=Pergerakan%20indeks_reok.jpg#.VbtMLvOqqko

Market Break: Jeda Perdagangan Akhir Pekan, IHSG Bersinar

Ipotnews – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,5% (72 poin) ke posisi 4784,22 poin pada jeda perdagangan hari Jumat (31/7).

Indeks LQ45 rebound 2,21% ke posisi 811 poin. Jakarta Islamic Index (JII) naik 2,30% ke posisi 643 poin. Indeks IDX30 naik 2,23% ke 420 poin. Indeks SRI KEHATI rebound 2,16% ke posisi 273,79 poin. Indeks SMInfra menguat 2,11% pada posisi 324,25 poin.

Transaksi mencapai Rp2,894 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 2,515 miliar.

Sektor
Agri +0,62%
Mining -0,66%
Properti +1,46%
Infrastruktur +1,48%
Finance +1,58%
Trade +0,65%
Manufaktur +2,31%
Consumer +2,72%
Basic-ind +2,31%
Misc-ind +1,45%

Laju IHSG terutama ditopang oleh sektor consumer yang menguat paling signifikan. Saham-saham consumer yang menguat adalah CEKA +4,87%. GGRM +1,70%. ICBP +2,29%. INAF +1,58%. INDF +2,97%. KAEF +2,54%. KLBF +1,46%. MYOR +3,23%. UNVR +3,05%.

Sektor yang merupakan favorit pemodal lokal properti, infrastruktur dan finance juga menguat signifikan. Saham properti yang menguat ADHI +3,11%. BSDE +2,31%. CTRA +1,43%. CTRP +0,95%. LPCK +1,87%.      

Adapun saham-saham finance yang melaju dimotori oleh BBNI yang naik +5,4%. BRI +5,3%. BCA +1,0%. BNI +5,4%. Sedangkan emiten infrastruktur yang menguat adalah: BULL +2,50%. EXCL +4,33%. GIAA +1,37%. HITS +0,71%.  JSMR +2,26%. PGAS +0,38%. TBIG +1,21%. TLKM +2,44%. 

Bursa Asia
Sebagian besar indeks saham di bursa regional Asia menguat tipis pada jeda perdagangan hari Jumat (31/7). Hal tersebut mencerminkan muara beberapa sentimen negatif seperti koreksi turun harga komoditi, data makro ekonomi Jepang yang lesu serta bursa saham China yang masih mencemaskan.  

Indeks Nikkei 225 menguat tipis 0,06% (12,38 poin) ke posisi 20.535,21 poin.
Indeks Hang Seng naik 0,40% (97,53 poin)  ke posisi 24.595,51 poin.
Indeks Shanghai minus 0,98 poin (36,32 poin) ke posisi 3.669,45 poin
Straits Times Singapura melemah -1,4% (-44 poin) ke posisi 3.206 poin. (pukul 11.30 WIB)

(afp/cnbc/mk)

Sumber : IPOTNEWS

https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Break__Jeda_Perdagangan_Akhir_Pekan__IHSG_Bersinar&level2=newsandopinion&id=3749239&img=level1_topnews_1&urlImage=ihsg_200big.jpg#.VbslPfOqqkp

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 5.657 pengikut lainnya.