BOND UPDATE 20111014

Lima seri SUN dilelang Selasa mendatang

Pemesanan ORI008 sudah mencapai Rp 6,62 triliun

Bank Permata akan eksekusi opsi beli Obligasi Subordinasi I

Market Break: Tutup Sesi Siang Akhir Pekan IHSG Flat

Market Break: Tutup Sesi Siang Akhir Pekan IHSG Flat

Ipotnews – IHSG bergerak flat pada penutupan sesi 1 perdagangan hari Jumat (27/2). IHSG terkoreksi turun -2 poin ke posisi 5.449,17 poin.

Indeks LQ45 turun -0,15 persen ke posisi 949 poin. Jakarta Islamic Index (JII) turun -0,35% ke posisi 724 poin. Indeks Kompas 100 melemah -0,08% ke level 1203 poin.

Transaksi yang terjadi senilai Rp2,950 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 3,541 miliar saham.

Aksi beli bersih (net buy) pemodal asing turun drastis hanya Rp67 miliar.

Sektor aneka industri (misc-ind) melanjutkan koreksi paling signifikan sebagaimana terjadi pada perdagangan Kamis kemarin. Misc-ind turun -2,07 persen. Saham misc-ind dengan kapitalisasi besar [ASII 7,900 -150 (-1,9%)] turun -2,5 persen. Saham ASII berada di posisi teratas Top 10 Losers LQ45. ASII membukukan laba turun 1,2% pada tahun buku 2014.

Manufaktur dan infrastruktur menyertai misc-ind sebagai sektor-sektor yang terkoreksi dalam. Manufaktur turun -0,72 persen dan infrastruktur turun -0,47 persen. Saham-saham infrastruktur yang bergerak negatif di antaranya [PGAS 5,225 -75 (-1,4%)] turun -1,9 persen. [TLKM 2,975 0 (+0,0%)] turun -0,3 persen.

Sedangkan agri, mining dan trade masih melanjutkan penguatan. Agri naik +1,17 persen. Mining naik +1,09 persen dan trade naik +0,89 persen.

Saham-saham blue chips di sektor mining yang menguat adalah [INCO 3,510 125 (+3,7%)] naik 3,8 persen. [ADRO 960 15 (+1,6%)] naik 1,6 persen. [ANTM 1,005 5 (+0,5%)] naik 1,0 persen dan [ITMG 16,775 150 (+0,9%)] naik 0,9 persen. Sementara saham-saham agri yang bergerak positif seperti [AALI 25,200 250 (+1,0%)] naik 0,30 persen. [BWPT 365 6 (+1,7%)] naik 0,28 persen. [SGRO 2,075 60 (+3,0%)] naik 0,74 persen. [SIMP 750 50 (+7,1%)] naik 4,29 persen.

Bursa Asia
Indeks utama di pasar saham Asia ditutup berlanjut menguat pada perdagangan sesi 1. Indeks Nikkei 225 di bursa saham Jepang naik tipis 0,16% (30,90 poin) ke posisi 18.816,69 poin sampai pukul 11.05 WIB. Pelaku pasar di bursa Jepang melakukan profit taking dipicu depresiasi yen.

Indeks Hang Seng naik 139,57 poin (0,56%) ke level 25.041,63 poin. Indeks Shanghai di bursa China juga bergerak menguat, naik 0,58% (19,13 poin) ke level 3.317,49 poin. Indeks Straits Times (Singapura) turun -0,01% (0,86) 3424,67 (pukul 12.31 WIB).

(mk)

Equity Update 27 Februari 2015

Market Review

Indeks di bursa Wall Street mengalami mixed pada perdagangan semalam, Dow Jones melemah 10 poin (-0,06%) pada level 18.214, S&P 500 melemah 3 poin (-0,15%) pada level 2.111 dan Nasdaq menguat 21 poin (0,42%) pada level 4.988. Bursa Wall Street mengalami mixed dipengaruhi oleh sentimen negatif dari kembali melemahnya harga minyak dunia sehingga membuat saham –saham sektor energi melemah, dan juga data dari ekonomi Amerika Serikat dimana klaim tunjangan pengangguran mingguan meningkat melebihi konsensus, yaitu di atas 300.000.

Indeks harga saham gabungan bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan akibat sentimen negatif dari mixed-nya bursa regional, namun pada akhir perdagangan indeks dapat bertahan di area positif dengan ditutup menguat 6 poin (0,12%) pada level 5.451. Sektor properti dan perdagangan masing-masing mencatatkan penguatan 5 poin (0,92%) dan 8 poin (0,77%) menjadi penunjang terbesar bagi penguatan IHSG. Sementara itu indeks LQ45 juga menguat 1 poin (0,06%) pada level 951.

Pergerakan indeks diperkirakan masih mengalami tekanan akibat dari sentimen negatif melemahnya harga minyak dunia dan mixed-nya bursa global. Indeks harga saham gabungan diprediksi akan mixed dengan kecendrungan menguat, support 5.430 dan resist 5.465. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: INAF, PWON, UNTR dan LSIP.

News Highlights

PT Kawasan Industri Jababek (KIJA) melalui anak usahanya PT Banten West Java Tourism Development (BWJ) bekerjasama dengan empat investor asing untuk menggarap proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung Banten. Empat investor asing tersebut sudah menandatangani Mou dengan BWJ untuk membangun resort, marina, theme park, dan kompleks olahraga.

PT Astra International (ASII) mencatat laba senilai Rp 19,18 T pada 2014 atau turun 1,2% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 19,42 T. Adapun pendapatan bersih sedikit meningkat dari Rp 193,88 T menjadi Rp 201,7 T. Semua sektor bisnis mengalami peningkatan kinerja, kecuali sektor otomotif dan infrastruktur, logistik, serta lainnya. Laba bersih di divisi otomotif turun hingga 14% menjadi Rp 8,5 T.

PT Vale Indonesia (INCO) mencatat laba tahun berjalan US$ 172,3 Jt (Rp 2 T) di 2014, meningkat 346% dari US$ 38,6 Jt (Rp 463 M). Harga realisasi Perseroan rata-rata 2014 tercatat 9% lebih tinggi dibandingkan 2013. Hal ini membuat pendapatan INCO naik 13% dari US$ 921 Jt menjadi US$ 1 M.

PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMAR) pada tahun ini berencana memproduksi 1,3 Jt ton biodiesel dari kelapa sawit. produksi biodisel ini akan dikerjakan pada dua pabrik perseroan yang terdapat di Jakarta dan Dumai,Riau. SMAR akan bekerjasama dengan PT Pertamina terkait hasil produksi biodiesel ini

PT Mitra Keluarga Karyasehat menargetkan harga saham perdana dalam Initial Public Offering (IPO) di kisaran Rp 14.500-18.000 per saham. Total dana yang bisa diraih menjadi sekitar Rp 3,7 T-Rp 4,7 T. Dana hasil IPO itu sekitar 56% akan digunakan untuk biaya pembelian peralatan medis dan infrastruktur teknologi informasinya, sekitar 20% akan digunakan untuk pembelian peralatan dan infrastruktur teknologi informasinya, sekitar 16% akan digunakan untuk beli tanah yang nantinya akan digunakan untuk pembangunan rumah sakit di daerah Jabodetabek dan Surabaya, serta sisanya sekitar 8% akan digunakan untuk ekspansi rumah sakit-rumah sakit yang telah ada.

Rekomendasi Saham 27 Februari 2015

IHSG (5.450)
Range: 5.430 –5.465

—Indeks dengan dukungan volume di atas VMA5 membentuk pola white opening marubozu yang merupakan sinyal bullish continuation, stochastic berada di area overbought sedangkan MACD masih positif. Target kenaikan indeks pada level 5.465 kemudian 5.475 dengan support di 5.430 dan 5.410.

INAF (332)
Rekomendasi: BUY

—Candle breakout MA50 dengan dukungan volume yang tinggi serta membentuk pola white opening marubozu yang merupakan sinyal bullish continuation, stochastic berada pada area netral sedangkan MACD cross over zero line. Target kenaikan harga pada level 349 kemudian 360 dengan support di 317, cut loss jika break 298.

PWON (555)
Rekomendasi: BUY

—Candle strong bullish sehingga make all time high dengan volume di atas VMA5. MACD positif namun stochastic overbought sehingga berpotensi terjadi koreksi minor.
Target harga 600 kemudian 630, support 535. Cut loss jika break 510.

UNTR (20.000)
Rekomendasi: BUY

—Daily chart, trend harga masih rally dan bullish di atas support EMA(5,10). MACD positif sedangkan stochastic overbought.
Level support 19.750. Target harga 20.550, cut loss jika break 19.300.

Market Brief: Bursa Global Variatif, IHSG Wait And See

Ipotnews – Bursa saham utama Asia pagi ini dibuka bervariasi mengikuti penutupan bursa saham Wall Street yang minim sentimen positif akibat melemahnya harga minyak. Kendati demikian indeks Nikkei 225 pagi ini terus melaju berupaya memperbaiki rekor tertinggi dalam 15 tahun yang kemarin sudah terlampaui. Meskipun data inflasi konsumen Januari yang dirilis pagi ini hanya mencapai 0,2%, lebih rendah dari perkiraan dan turun dibanding Desember yang mencapai 0,5%, namun Nikkei 225 dibuka melaju 0,3%. Harga saham emiten eksportir melesat didorong oleh pelemahan yen terhadap dolar AS. Sebaliknya bursa saham Australia melempem, ditandai dengan merosotnya indeks S&P ASX 200 sebesar 0,4% yang dipengaruhi oleh melemahnya harga saham emiten energi akibat melemahnya harga minyak.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan juga akan mixed dipengaruhi oleh sikap investor yang “wait and see” di tengah minimnya sentimen positif, setelah kemarin berhasil menembus rekor baru di level 5.451,42. Analis melihat adanya potensi koreksi minor meskipun lajju IHSSG masih berada di jalur uptrend.

Tim Riset Indo Premier memperkirakan pergerakan indeks masih akan mengalami tekanan akibat dari sentimen negatif melemahnya harga minyak dunia dan mixed-nya bursa global. IHSG diprediksi akan mixed dengan kecendrungan menguat, support 5.430 dan resist 5.465. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: INAF [INAF 332 24 (+7,8%)], PWON [PWON 555 15 (+2,8%)], UNTR [UNTR 20,000 -100 (-0,5%)] dan LSIP [LSIP 1,835 20 (+1,1%)].

Amerika Serikat dan Eropa

Laju indeks di bursa Wall Street pagi  tadi bergerak mixed, dipengaruhi oleh sentimen positif  investor terhadap kenaikan laju inflasi dan perbaikan kinerja emiten. Namun dipihak lain, isu penurunan harga minyak dan pelemahan data pekerjaan, meredam laju sejumlah indeks. Dipicu oleh laju kinerja sejumlah emiten di sektor teknologi, Indeks Nasdaq Composite terus terdorong naik namun kembali gagal menembus level 5.000. Indeks S&P menyusut, terganggu oleh penurunan harga minyak.

Nasdaq Composite melaju 0,42% (20,75 poin), berhenti di level 4.987,89.
Dow Jone Industrial Average tergelincir 0,06% (10,15 poin) jatuh ke level 18.124,42.
S&P 500 merosot 0,15%, ke level 2.110,74.

Harga ETF saham Indonesia yang diperdagangkan di Wall Street, naik 0,29% (0,08 poin) menjadi US$27,90.

Sejumlah indeks di bursa saham utama Eropa tadi malam berlomba menembus rekor baru. Indeks FTSE 100 dan DAX 30 menembus rekor penutupan tertinggi , dipicu oleh sentimen positif investor terhadap pidato pimpinan Federal Reserve Janet Yellen yang mengindikasikan belum akan menaikkan suku bunga pada pertengahan tahun ini, dan melemahnya data pengangguran Februari di Jerman yang mencapai angka terendah sejak reunifikasi tahun 1990.

FTSE 100, London naik 0,21%, menutup perdagangan di level 6.949,73.
DAX 30, Frankfurt melambung 1,04%, bertengger di level 11.327,19.
CAC 40, Paris melesat 0,58%, berakhir di level 4.910,62

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia pagi ini menguat didorong oleh meningkatnya data inflasi sehingga memberi tekanan kepada Federal Reserve AS untuk membuka jalan bagi kenaikan suku bunga. Indeks dolar AS naik 1,14% menjadi 95,27. Ketika harga minyak terus menurun sehingga meredam laju inflasi AS, data Tenaga Kerja AS memperlihatkan adanya tekanan terhadap penyerapan tenaga kerja di berbagai area. Analis diperkirakan akan menggunakan data tersebut untuk memperingatkan kemungkinan akan terjadinya deflasi dan mendorong The Fed untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
(5:43 PM EST 2/26/2015)

wp mb27

 

 

 

 

 

 

 

 

Komoditas

Harga minyak dunia turun tajam pagi ini, setelah pasar merespons berlebihnya pasokan global, yang diperparah oleh tingginya produksi AS dan melemahnya permintaan akibat perlambatan perekonomian dunia. Analis berpendapat, kenaikan harga minyak mentah WTI maupun Brent yang terjadi kemarin (Rabu,26/2), karena para trader lebih fokus pada laporan positif Departemen Energi AS yang menyebutkan penurunan stok bensin dan solar.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange menguat pada pagi ini, setelah data resmi menunjukkan klaim pengangguran Amerika Serikat meningkat. Investor cenderung mengalihkan aset mereka ke produk investasi yang lebih aman ketika ekonomi menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Masuknya kembali China ke pasar emas, setelah libur Tahun Baru Imlek, terus mendorong harga emas. Namun penguatan nilai tukar dolar meredam laju harga emas.

Harga Komoditas di Bursa Berjangka
5:15 PM EST 26/2/2015

wp mb27a

 

 

 

 

 

 

Sumber : IPOTNEWS

https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Bursa_Global_Variatif__IHSG_%3Ci%3EWait_and_See%3C_i%3E&level2=newsandopinion&id=3420479&img=level1_topnews_1&urlImage=#.VO_M5nysVWI

Market Summary: Break Resisten, IHSG Ukir Rekor Lagi

Meski berada di zona merah di sepanjang sesi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir berhasil break batas bawah sekaligus mengukir rekor lagi. IHSG menguat +0,1% (+6 poin) ke level 5.451,42 poin pada penutupan perdagangan hari Kamis (26/2).

Pada closing perdagangan Rabu kemarin, walau ke level rekor, IHSG belum menembus break level ke posisi 5.445,11 poin.

Indeks LQ45 naik 0,03% ke posisi 951 poin. Jakarta Islamic Index (JII) turun -0,01% ke posisi 727 poin. Indeks Kompas 100 naik 0,13% ke level 1205 poin.

Transaksi berlangsung marak dengan nilai mencapai Rp7,551 triliun. Volume perdagangan sebanyak 6,716 miliar saham. Net buy investor asing tercatat Rp1,236 triliun.

Saham-saham unggulan yang diakumulasi pemodal asing di antaranya TLKM, BBRI, BBCA, LINK, UNTR, SMGR, BSDE dan LPPF.

Giliran sektor properti dan trade yang menjadi lokomotif penguatan IHSG setelah naik masing-masing 0,94 persen dan 0,81 persen. Emiten properti menjadi jawara Top 10 Gainers LQ45. Harga saham [BSDE 2,200 80 (+3,8%)] naik 3,8% berada di posisi teratas. Saham [PWON 555 15 (+2,8%)] naik 2,8 persen.

Sementara saham trade yang bergerak menguat adalah [LPPF 17,200 200 (+1,2%)] naik 1,2 persen. [BMTR 1,990 70 (+3,6%)] naik 3,65 persen. [MNCN 3,120 5 (+0,2%)] naik 0,16 persen. [SCMA 3,825 5 (+0,1%)] naik 0,13 persen.

Sektor agri rebound 0,47 persen. Saham-saham agri yang bergerak positif seperti [AALI 24,950 450 (+1,8%)] naik 1,84 persen. [SSMS 1,940 10 (+0,5%)] naik 0,52 persen.

Misc-ind terkoreksi paling dalam -0,75%. Pelemahan sektor misc-ind (aneka industri) dimotori saham [ASII 8,050 -100 (-1,2%)] turun -1,23 persen. [AUTO 3,700 -20 (-0,5%)] turun -0,54 persen. [SMSM 4,810 -90 (-1,8%)] uturn -1,84 persen.

Sektor mining turun -0,18 persen, infrastruktur turun -0,05 persen. Finance naik 0,14 persen, manufaktur turun 0,13 persen. Consumer naik 0,23 persen dan basic-idn turun 0,20 persen.

10 saham paling aktif SCMA, TLKM, PWON, MPPA, ASII, SSMS, TRAM, BBRI, BSDE, MNCN.

Market Asia
Indeks saham di bursa utama Asia bergerak menguat. Di bursa Hong Kong, indeks Hang Seng naik 123,78 poin (+0,5%) ke posisi 24.902,06 poin dengan nilai transaksi senilia US$10,67 miliar.

Bursa saham Jepang mengukir rekor tertinggi dalam 15 tahun terakhir. Indeks Nikkei 225 naik +1,08% (200,59 poin) ke posisi 18.785,79 poin. Laju bursa Jepang dimotori harga saham-saham mining yang menguat.

Di bursa China, indeks Shanghai naik 2,17% (+70,17 poin) ke 3.299,01 poin. Bursa saham China merespon positif spekulasi pelonggaran moneter China.

Sementara indeks Straits Times (Singapura) melemah 0,43% (14,81 poin) ke posisi 3.426,02 poin.

Pasar Eropa
Bursa Eropa bergerak merah pada opening perdagangan hari ini. Indeks utama di pasar saham Eropa, FTSE 100 (Inggris) -0,21 persen. Indeks DAX Jerman turun -0,03 persen. Indeks CAC 40 (Perancis) turun -0,02 persen di menit-menit awal perdagangan.

Harga minyak di pasar Asia melemah terbatas terkait para dealer fokus kepada elemen positif cadangan energi AS yang bervariatif. Jenis West Texas Intermediate (WTI) turun -US$36 sen ke level US$50,63 per barel. Brent melemah -US$30 sen menjadi US$61,33 per barel di.

Nilai tukar rupiah menguat 0,35% ke posisi Rp12.829,00 terhadap dolar AS pada akhir trading sore hari ini.

Sumber: https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Summary__Break_Resisten___IHSG_Ukir_Rekor_Lagi_&level2=newsandopinion&id=3419176&img=level1_topnews_3&urlImage=#.VO71UiyrHng

Market Break: Sesi Siang IHSG Bergerak Negatif, Turun 0,2%

Ipotnews – Siang ini IHSG bergerak di teritori negatif pada penutupan sesi 1 perdagangan hari Rabu (25/2). IHSG terkoreksi turun -0,2% (-12 poin) ke posisi 5.432,67 poin.

Indeks LQ45 turun -0,39% ke posisi 947 poin. Jakarta Islamic Index (JII) turun -0,54% ke posisi 723 poin. Indeks Kompas 100 melemah -0,29% ke level 1200 poin.

Transaksi lumayan ramai senilai Rp4,424 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 3,556 miliar saham.

Aksi beli bersih (net buy) pemodal asing dalam jumlah signifikan Rp1,206 triliun tidak bisa menopang IHSG di zona hijau. Net buy asing hari ini 6x lipat dibandingkan dengan kemarin yang hanya senilai Rp242 miliar.

Aksi beli pada sesi 1 terjadi pada saham-saham agri dan properti. Agri naik +0,94% paling signifikan. Sedangkan properti menguat +0,66%. Emiten properti [PWON 555 15 (+2,8%)] naik 2,8% berada di urutan teratas Top 10 Gainers LQ45. Sedangkan saham agri [AALI 25,050 550 (+2,2%)]naik 2,2 persen.

Saham properti lainnya yang menguat adalah [CTRA 1,510 30 (+2,0%)] naik 2,0 persen. [BSDE 2,16545 (+2,1%)] naik 1,9 persen. Sektor agri dan properti memperpanjang penguatan yang terjadi sejak Rabu kemarin saat naik masing-masing 0,78% dan 0,72%.

Sektor aneka industri (misc-ind) turun paling dalam 1,0 persen. Berbanding terbalik dengan penutupan trading sesi 1 hari Rabu kemarin saat naik paling signifikan 1,14 persen. Harga saham emiten misc-ind [ASII 8,050 -100 (-1,2%)] turun 1,2 persen.

Sektor mining turun 0,01 persen. Infrastruktur turun 0,37 persen. Finance turun 0,24 persen. Trade melemah -0,04 persen. Manufaktur turun -0,59 persen, consumer turun -0,38 persen dan basic-ind turun -0,57 persen.

Indeks utama di pasar saham Asia ditutup menguat pada perdagangan sesi 1. Indeks Nikkei 225 di bursa saham Jepang naik 0,55% (103,12 poin) ke posisi 18.688,32 poin. Saham-saham energi menjadi lokomotif penguatan bursa saham Jepang.

Indeks Hang Seng naik 194,6 poin (0,79%) ke level 24.972,88 poin dengan nilai transaksi US$5,6 miliar. Indeks Shanghai di bursa China juga bergerak menguat, naik 1,51% (48,70 poin) ke level 3.276,31 poin. Indeks Straits Times (Singapura) turun -0,50% (17,21) 3423,62.

(mk)

Sumber : IPOTNEWS

https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Break__Sesi_Siang_IHSG_Bergerak_Negatif__Turun_0_2%&level2=newsandopinion&id=3418548&img=level1_topnews_3&urlImage=IndeksBEI180311.jpg#.VO68THysVWI

Market Brief : Minim Sentimen Positif, Bursa Global Mixed

Ipotnews – Bursa saham utama Asia pagi ini (26/2) dibuka mixed, mengikuti akhir perdagangan di bursa saham AS dan Eropa. Pasar menanggapi dingin testemoni hari kedua Ketua Federal Reserve Janet Yellen di depan Komite Jasa Keuangan AS dini hari tadi. Indeks nikkei 225 Jepang dibuka dengan mencatatkan kenaikan tipis 0,3% terdorong oleh kenaikan di sektor perbankan. Sebaliknya indeks S&P ASX 200 dibuka melemah 0,3% dan berlanjut ke 0,04% tertekan oleh penurunan harga saham di sektor perbankan dan pertambangan.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan masih akan bermanuver di zona hijau. Sejumlah analis mengekspektasikan IHSG akan mengalami konsolidasi di batas atas dan masih memiliki potensi uptrend jangka pendek setelah kemarin berhasil menembus rekor baru di level 5445. Namun tanpa adanya sentimen positif yang mendukung kenaikan, IHSG berpotensi mengalami pembalikan arah.

Tim Riset Indo Premier memperkirakan, mixed-nya bursa global dapat mengakibatkan bervariasinya pergerakan indeks. Indeks harga saham gabungan diprediksi akan mixed dengan kecenderungan menguat, support 5.425 dan resist 5.465. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: JSMR [JSMR 7,075 25 (+0,4%)], LINK [LINK 5,475 350 (+6,8%)], BBCA [BBCA 14,100 50 (+0,4%)] dan AALI [AALI 24,500 300 (+1,2%)].

Amerika Serikat dan Eropa

Bursa Saham Wall Street pagi tadi berakhir mixed cenderung flat. Kenaikan harga minyak dan perbaikan data perumahan mengangkat indeks Dow Jones sehingga mencatatkan rekor baru untuk ketiga kalinya sepanjang tahun ini. Namun indeks S&P 500 melorot setelah sempat menyentuh level tertinggi intraday.

Dow Jones Industrial Average naik 0,08% (15,38 poin), dengan mencatatkan rekor baru 18.224,57.
S&P 500 tergelincir 0,08% (1,62 poin), ke leveel 2.133,86.
Nasdaq Composite terangkat 0,02% (0,98 poin) gagal menembus level 5000  dan berakhir di 4.967,14.

Harga ETF saham Indonesia yang diperdagangkan di Wall Street naik 0,25% (0,07 poin) menjadi US$27,82.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir mixed cenderung melemah, setelah sehari sebelumnya mencatatkan kenaikan dan berhasil mendorong indeks FTSE 100 menembus rekor baru. Aksi ambil untung mewarnai perdagangan, dan investor memfokuskan perhatiannya pada perlambatan pendapatan sejumlah emiten.

FTSE 100, London melorot 0,21%, ditutup di level 6.935,38.
DAX 30 Frankfurt sedikit meningkat 0,04% berakhir di level 11.210,27.
CAC 40 Paris melemah 0,09% berlabuh di level 4.882,22.

Nilai Tukar Dolar AS

Kurs dollar AS melemah terhadap mata uang utama dunia, pagi tadi, tertekan oleh pernyataan Ketua Federal Reserve AS Janet Yellen di Komite Jasa Keuangan AS. Yellen memastikan bahwa The Fed hanya akan menaikkan suku bunga jika mendukung perekonomian dan memperhatikan perbaikan pasar tenaga kerja dari waktu ke waktu. Indeks dollar yang mencerminkan nilai tukar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia turun turun 0,28 persen. Rupiah diperkirakan masih akan terdepresiasi meskipun nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia mengalami pelemahan.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
(5:48 PM EST 17/2/2015)

wp mb26

 

 

 

 

 

 

 

 

Komoditas

Harga minyak mentah dunia bangkit kembali, meskipun Departemen Energi AS merilis laporan persediaan minyaknya pada 20 Februari yang mencapai 434,1 juta barel, atau naik lebih dari dua kali lipat dari perkiraan. Para trader memusatkan perhatian pada elemen positif laporan tersebut yang menyebutkan bahwa stok bahan bakar minyak bensin, solar dan minyak pemanas AS mengalami penurunan. Kenaikan harga minyak juga  didukung oleh lapaoran bahwa produksi ladang minyak Libya dihentikan lantaran putusnya pasokan listrik.

Harga emas juga mengalami kenaikan, terdorong oleh pernyataan Ketua Federal Reserve AS Janet Yellen untuk tidak terburu-buru menaikkan suku bunga. Kembalinya para pembeli emas China ke pasar, setelah liburan panjang Tahu Baru Imlek, meningkatkan permintaan dan mengangkat harga emas di bursa Asia.

Harga Komoditas di Bursa Berjangka
5:28 PM EST 2/25/2015

wp mb26a

 

 

 

 

 

 

Sumber : IPOTNEWS

https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief___Minim_Sentimen_Positif__Bursa_Global_Mixed&level2=newsandopinion&id=3417837&img=level1_topnews_1&urlImage=#.VO6Bk3ysVWI

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.047 pengikut lainnya.