Market Brief: Asia Mixed, IHSG Harapkan Lanjutan Aksi Beli

Ipotnews – Awali pekan ini , Senin (27/6), bursa saham Asia dibuka bervariasi cenderung melemah, investor melanjutkan upaya memahami dampak keluarnya Ingris dari Uni Eropa (Brexit), yang merontokkan bursa saham global pekan lalu.

Bursa saham Australia dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200 sebesar 0,91% pada awal perdagangan, tertekan oleh kejatuhan harga saham keuangan lebih dari 2 persen. Penurunan indeks sedikit melemah dengan mencatatkan penurunan 0,35% (-17,82 poin) menjadi 5.131,00, pada pukul 8.30 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang melesat 1,79% (267,55 poin) di posisi 15.219,57, setelah dibuka melonjak 1,61% pada awal perdagangan. Sentimen positif investor meningkat, jelang pertemuan pemerintah dan bank sentral Jepang untuk merespon dampak Brexit terhadap turbulensi pasar.

Indeks Kospi, Korea Selatan, dibuka melemah 0,7% dan berlanjut di kisaran yang sama menjadi 1.910,73. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melorot 1,35% menjadi 19.982,66. Indeks Shanghai Composite, China turun 0,48% di posisi 2.840,56.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan mampu bangkit kembali, setelah terbenam di zona merah, akhir pekan lalu, terdampak Brexit dan kejatuhan bursa saham global. Analis memperkirakan, pergerakan indeks hari ini masih akan bertahan di fase konsolidasi dan akan berupaya bertahan di atas level 4.800. Aksi beli yang mulai muncul jelang akhir pekan lalu, diharapkan akan menguat di awal pekan ini.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, pelemahan indeks bursa saham Wall Street dan harga minyak dunia, serta masih adanya dampak hasil referendum Inggris diprediksi menjadi sentimen negatif bagi pasar. IHSG diprediksi bergerak melemah di rentang support 4.805 dan resistance4.870.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ANTM [ANTM 740 10 (+1,4%)] (Spec Buy, TP: Rp750, Support: Rp710), LPCK [LPCK 7,275 -50 (-0,7%)] (Sell, Resist: Rp7.475, Support: Rp7.175), SMGR [SMGR 8,775 -75 (-0,8%)] (BoW, Resist: Rp9.000, Support: Rp8.700), MLPL [MLPL 352 -2 (-0,6%)] (BoW, Resist: Rp372, Support: Rp336).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu turun tajam, melengkapi kejatuhan indeks di semua bursa saham global, dihantam sentimen negatif Brexit, menghapus keuntungan yang diperoleh sejak aal tahun tahun.  Harga saham perbankan berguguran. Pasar mengalami koreksi tajam karena kesalahan dalam memprediksi hasil referendum Inggris. Kejatuhan indeks juga ditekan oleh penurunan pesanan prpduk tahan lama, melebihi ekspektasi 2,2 persen pada Mei lalu. Sentimen konsumen Juni versi Universitas Michigan mencapai 93,5.

Dow Jones Industrial Average merosot 3,39% (-611,21 poin) menjadi 17.399,86.
S&P 500 terperosok 3,59% (-76,02 poin) berakhir di 2.037,30.
Nasdaq Composite amblas 4,12% (-202,06 poin) di posisi 4.707,98.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange terpelanting 6,55% menjadi US$22,40.

Bursa saham utama Eropa akhir pekan lalu ditutup merah menyala, terbakar sentimen Brexit yang meningkatkan ketidakpastian global di tengah pertumbuhan yang lemah. Indeks FTSE 100 London, sempat terpelanting hingga 7,5 persen saat pembukaan, dan sedikit meningkat setelah Perdana Menteri Ingrris mengundurkan diri, dan bank sentral Inggris menjanjikan kucuran likuiditas. Harga saham keuangan rontok. Persiapan pemilu Spanyol ikut menekan harga saham di bursa Eropa.

FTSE 100 London melorot 3,15% (-199,41 poin) menjad 6.138,69.
DAX 30 Frankfurt terjungkal 6,82% (699,87 poin) di posisi 9.557,16.
CAC 40 Paris terpelanting 8,04% (-359,17 poin) ke level 4.106,73.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, akhir pekan lalu berakhir menguat, didorong oleh isu Brexit yang menekan poundsterling dan euro. Penguatan dolar tertahan oleh rilis data pesanan baru barang tahan lama manufaktur AS periode Mei menurun USD5,3 miliar atau 2,2 persen menjadi USD230,7 miliar. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju mitra dagang AS, naik 1,78 persen menjadi 95,197.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

mb27

Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, akhir pekan lalu meluncur deras, tertekan isu Brexit yang memicu aksi jual minyak besar-besaran. Harga minyak mentah anjlok sekitar lima persen diterpa kekhawatiran akan pelambatan pertumbuhan global lebih lanjut. Investor minyak mentah beralih ke aset-aset yang lebih aman setelah Inggris memilih keluar dari Uni Eropa (Brexit). Jumlah rig pengeboran minyak aktif di AS  turun tujuh rig menjadi 337 setelah bertambah selama tiga minggu berturut-turut.

Harga minyak WTI, untuk penyerahan Agustus turun US$2,47 menjadi US$47,64 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Agustus turun US$2,50 menjadi US$48,41 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu melambung tinggi, dipicu kekhawatiran investor akan dampak Brexit yang meningkatkan ketidakpastian global. Harga emas sempat melambung 8 persen, seiring anjloknya nilai tukar euro dan poundsterling, serta kejatuhan bursa saham global.

Harga emas untuk pengiriman Agustus naik tajam US$59,30 (4,69%) menjadi US$1.322,40 per ounce.
Harga emas di pasar spot melonjak 5,15% menjadi US$1.319,86 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Asia_Mixed__IHSG_Harapkan_Lanjutan_Aksi_Beli&level2=newsandopinion&id=4386635&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG-3-bloomberg.jpg#.V3CNNdKqqko

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s