Market Brief: Tekanan Global Belum Hilang, IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan

Ipotnews – Bursa saham Asia hari ini (6/1), meskipun sempat dibuka di teritori positif, berlanjut melemah masuk ke teritori negatif. Pasar berada dalam tekanan, karena investor masih mengkhawatirkan perkembangan di bursa China yang kemarin ditutup membukukan penurunan indeks saham acuan meskipun bank sentral China telah menyuntikkan stimulus ke sistem perbankan.

Mengawali perdagangan saham dunia hari ini, indeks ASX 200 Australia dibuka di zona hijau, namun berlanjut melemah, anjlok 0,65% (-33,73 poin) ke level 5.150,70 pada pukul 8:20 WIB. Indeks tertekan oleh penurunan harga saham di sektor energi, keuangan dan pertambangan.

Pada jam yang sama, indeks Nikkei 225, turun tipis 0,02% (-4,05 poin) di posisi 18.369,95 setelah dibuka di zona hijau. Penguatan yen terhadap dolar AS, dan target ekspor ke China menekan harga saham sejumlah emiten eksportir. Indeks Kospi, Korea Selatan turun 0,19% menjadi 1.926,79.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHGS) hari ini diharapkan akan mampu bertahan di zona hijau, setelah kemarin berhasil rebound dan bermanuver di teritori positif di tengah gejolak bursa saham global. Analis memperkirakan, indeks akan melanjutkan tren kenaikan dan berupaya keras bertahan dari tekanan penurunan.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, penguatan mayoritas bursa saham gobal, IHSG dan nilai tukar rupiah kemarin, serta masuknya aliran dana asing berpotensi menggerakkan IHSG untuk melanjutkan penguatan. Indeks akan bergerak pada rentang support 4.520 dan resistance 4.590. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ADHI [ADHI 2,185 -25 (-1,1%)] (Spec Buy), AALI [AALI 17,600 -50 (-0,3%)] (Spec Buy), WTON [WTON 870 -25 (-2,8%)] (Spec Buy) dan ASII [ASII 6,400 100 (+1,6%)] (Spec Buy).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir sedikit menguat dengan membukukan kenaikan tipis pada sejumlah indeks saham acuan. Indeks mengalami stabilisasi, setelah sempat berfluktuasi sepanjang sesi perdagangan memperbaiki penutupan hari pertama perdagangan saham tahun ini, Senin kemarin, yang tertekan oleh penurunan tajam bursa saham China. Penurunan harga saham-saham emiten teknologi masih memberatkan laju indeks.

Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,06% (9,72 poin) menjadi 17.158,66.
S&P 500 menguat 0,20% (4.05 poin) ke level 2.016,71.
Nasdaq Composite turun 0,24% (-11,66 poin) menjadi 4.891,43.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New york Stocks Exchange melesat 2,38% menjadi US$21,04.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup dengan membukukan kenaikan indeks saham acuan, membalik arah pergerakan indeks yang mengalami penurunan tajam sehari sebelumnya. Langkah bank sentral China menyuntikkan dana sebesar 130 miliar yuan ke sistem perbankan, menimbulkan sentimen positif, meredam kekhawatiran pelambatan ekonomi China.

FTSE 100 London, melaju 0,72% (43,81 poin) ke posisi 6.137,24.
DAX 30 Frankfurt naik 0,26% (26,66 poin) menjadi 10.310,10.
CAC 40 Paris, menguat 0,34% (15,18 poin) ditutup di 4.537,63.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sebagian besar mata uang dunia, pagi tadi menguat, ditopang oleh masuknya arus investasi ke AS karena perbedaan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve AS dan bank sentral lainnya. Para trader memperkirakan The Fed akan melanjutkan kenaikan suku bunga pada 2016. Sementara, bank sentral di Jepang dan Eropa diprediksi akan melanjutkan pengucuran stimulus. Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS, naik 0,5 persen menjadi 99,393. Yen Jepang masih melanjutkan penguatannya terhadap dolar AS, karena diburu investor untuk menghindari risiko penurunan ekonomi dunia akibat pelemahan bursa saham dunia dan peningkatan ketegangan di Timur Tengah.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

MB6

Komoditas

Harga minyak mentah dunia, pagi tadi kembali melemah di tengah meningkatnya ketegangan konflik Iran-Arab Saudi. Pasar lebih merespon penguatan indeks dolar dan rilis data persediaan minyak AS yang akan dirilis American Petroleum Institute hari ini, yang diekspektasikan akan menunjukkan kenaikan. Analis mengatakan, konflik Iran-Arab Saudi tidak akan mempengaruhi harga minyak selama tidak mempengaruhi produksi minyak mentah global.

Harga minyak WTI untuk pengiriman Februari turun 79 sen (-2,15%) menjadi US$35,97 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan Februari turun 80 sen menjadi US$36,42 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, pagi tadi menguat didorong oleh kekhawatiran investor akan pelemahan ekonomi dunia dan konflik Iran-Arab Saudi. Namun analis mengatakan, tren kenaikan harga emas tidak akan bertahan lama, terancam tren kenaikan indeks dolar AS dan kebijakan moneter AS.

Harga emas untuk pengiriman Februari naik US$3,2 (0,30%) menjadi US$1.078,40 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,35% menjadi US$1.078,30 per ounce.

(AFP, CNBC, Reuters)

 

Sumber : IPOTNEWS

https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Tekanan_Global_Belum_Hilang__IHSG_Berpotensi_Lanjutkan_Penguatan&level2=newsandopinion&id=4050299&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG-bloomberg3.jpg#.VoyJuUDcp5Y

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s