Market Brief: AS dan Asia Menguat, IHSG Berpeluang Bermanuver di Zona Hijau

Ipotnews – Mengawali pekan ini, bursa saham Asia pagi ini (7/12) dibuka bergairah dengan membukukan kenaikan pada semua indeks saham acuan, melanjutkan lonjakan kenaikan indeks di bursa saham AS. Indeks Nikkei 225 Jepang, melesat 1,28% (250,57 poin) ke level 19.755,05 pada oukul 8:20 WIB, didorong kenaikan harga saham-saham emiten eksportir otomotif dan elektronika, serta saham blue chips lainnya.

Pada jam yang sama indeks ASX Australia melaju 0,68% (34,79 poin) ke posisi 5.186,40, ditopang oleh penguatan saham di sektor perbankan dan sumber daya alam. Harga saham emiten pertambangan logam berlompatan menyambut kenaikan harga komoditas logam di pasar global. Indeks Kospi, Korea Selatan cenderung datar, naik tipis 0,07% ke level 1.975,78.

Pekan ini, bursa saham Asia menunggu rilis data PDB kuartal ketiga, dan pemesanan mesin Jepang; data perdagangan dan inflasi, serta penjualan industri dan ritel China; rilis data ketenagakerjaan Australia; serta pengumuman kebijakan moneter Korea Selatan dan Selandia Baru.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan dapat mengikuti tren positif di bursa saham AS dan Asia, setelah tenggelam ke zona merah akhir pekan lalu. Analis memperkirakan, indeks akan berbalik arah melakukan tecnical rebound, sambil menunggu sentimen positif baru untuk melaju lebih cepat.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya bursa saham gobal, percobaan pembalikan arah pada IHSG kemarin dan masuknya dana investor asing, berpotensi memperkuat indeks. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.470 dan resistance 4.570. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: INTP [INTP 20,225 300 (+1,5%)] (Spec Buy), SRIL [SRIL 370 11 (+3,1%)] (BoW), CPIN [CPIN 3,030 -250 (-7,6%)] (Spec Sell) dan SOCI [SOCI 467 8 (+1,7%)] (SoS).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu berakhir di teritori positif dengan membukukan lompatan drastis di semua indeks sahaam acuan. Rilis data ketenagakerjaan AS yang lebih baik dari ekspektasi mendorong optimisme akan pemulihan ekonomi AS dan meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan, Jumat (04/12/2015) Total pembayaran gaji tenaga kerja non pertanian meningkat 211.000, November 2015, mengalahkan perkiraan pasar sebesar 200.000, dan tingkat pengangguran tidak berubah pada lima persen. Dalam dua kesepempatan pekan lalu, Ketua The Fed Janet Yellen memberikan penilaian optimistis terhadap ekonomi AS. Mengikis ketidakpastian pasar.

Dow Jones Industrial Average melambung 2,12% (369,96 poin) berakhir di 17.847,63, naik 0,3% dari pekan sebelumnya.
Indeks S&P 500 melonjak 2,05% (42,07 poin) menjadi 2.091,69, naik 0,1% dibanding pekan sebelumnya.
Nasdaq Composite melompat 2,08% (104,74 poin) ke level 5.142,27, naik 0,3% dari pekan sebeluumnya.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange terbang 2,58% ke posisi US$21.08.

Bursa saham utama Eropa akhir pekan lalu justru berakhir turun setelah rilis data ketenagakerjaan AS, dan pengumuman stimulus baru oleh Bank Sentral Eropa (ECB). Laju indeks semakin berat karena hasil pertemuan OPEC memutuskan untuk mempertahankan produksi minyak mentah dan menaikkan batas atas menjadi 31,5 juta barel per hari, yang menyebabkan penurunan tajam harga saham emiten minyak dan gas, serta berdampak pada harga saham emiten pertambangan lain.

FTSE 100 London, merosot 0,59% (-36,71 poin) menjadi 6.238,29.
DAX 30 Frankfurt turun 0,34% (-37,41 poin) ke level 10.752,10.
CAC 40 Paris melemah 0,33% (-15,42 poin) di posisi 4.714,79.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS pada akhir pekan lalu semakin menguat, seiring dengan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga AS, setelah rilis data ketenagakerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan, dan stimulus moneter ECB sehari sebelumnya. Indeks Dolar yang mengukur kurs dolar AS terhadap enam mata uang mitra dagang utama AS naikk 0,74% menjadi 98,34.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

MB7

Komoditas

Harga minyak mentah dunia pada pakhir pekan lalu kembali terpuruk, setelah OPEC memutuskan untuk tidak memangkas produksinya dalam pertemuan di Wina, Austria, Jumat (4/12) lalu. Meskipun keputusan tersebut sudah diduga oleh pasar, namun tetap menimbulkan kekhawatiran akan semakin melimpahnya pasokan minyyak global. Laporan Bajer Hughes tentang operasi anjungan minyak AS yang turun 10 rig sepanjang pekan lalu, menjadi 545 rig, tak mampu mengangkat harga minyak West Texas Intermediate (WTI) di bursa New York. Kenaikan kurs dolar semakin memperlemah harga minyak.

Harga minyak mentah WTI, untuk pengiriman Januari turun 2,70% menjadi US$39,97 per barel.
Harga minyak mentah Brent, untuk penyerahan Januari turun 1,8% menjadi US$43,05 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu menguat, meskipun data ketenagakerjaan AS menguat sehingga meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, dan mendorong kenaikan kurs dolar. Harga emas sempat melonjak ketika kurs dolar menunjukkan indikasi pelemahaan yang disambut para trader dengan melakukan penjualan karena memperkirakan harganya akan turun, yang dilanjutkan dengan membeli kembali untuk mengurangi kerugian (short covering).

Harga emas untuk pengiriman Februaru naik US$22,90 (2,16%) menjadi US$1,084,10 per ounce.
Harga emas di pasr spot naik 2,3% menjadi US$1.086,51 per ounce.

(AFP, CNBC, Reuters)

Sumber : IPOTNEWS

https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__AS_dan_Asia_Menguat__IHSG_Berpeluang_Bermanuver_di_Zona_Hijau&level2=newsandopinion&id=4002841&img=level1_topnews_2&urlImage=#.VmT2vU_cp5Y

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s