Equity Update 7 Desember 2015

Market Review

Indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan akhir pekan kemarin dengan ditutup menguat signifikan, Dow Jones menguat 370 poin (+2,12%) pada level 17.848, S&P naik 42 poin (+2,07%) pada level 2.092 dan Nasdaq ditutup menguat 104 poin (+2,07%) pada level 5.142. Saham-saham di bursa Wall Street berakhir menguat merespon laporan ketenagakerjaan AS yang positif. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Total gaji tenaga kerja non pertanian meningkat 211.000, November 2015, mengalahkan perkiraan pasar sebesar 200.000, dan tingkat pengangguran tidak berubah pada 5%. Penghasilan rata-rata per jam naik empat sen dari Oktober menjadi US$25,25 di November 2015. Positifnya data-data ekonomi AS yang didukung oleh pernyataan optimis dari Jannet Yellen mengenai kenaikan suku bunga di desember membuat pelaku pasar ikut optimis akan perekonomian AS. Eropa, bursa saham mengakhiri perdagangan akhir pekan kemarin dengan ditutup melemah, DAX melemah 37 poin (-0,35%) pada level 110.752, sementara FTSE melemah 37 poin (-0,59%) pada level 6.238. Pelemahan pada bursa saham eropa melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari sebelumnya, merespon keputusan ECB untuk memangkas suku bunga fasilitas deposito sebesar 10 basis poin menjadi –0,3%. Pelemahan juga tertekan oleh melemahnya harga minyak dunia yang diikuti oleh pelemahan saham-saham sektor energi.

Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan akhir pekan kemarin langsung berada di teritori negatif. Sentiment negatif dari pelemahan cukup signifikan pada bursa saham global langsung direspon oleh pelaku pasar. Pelemahan pada nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (di tutup di level Rp13.834 per USD) dan pelemahan pada bursa saham asia berhasil menekan IHSG sepanjang perdagangan akhir pekan lalu. IHSG akhirnya ditutup melemah sebesar 29 poin (-0,64%) pada level 4.508. Investor asing mencatatkan beli bersih (foreign net buy) sebesar 182,5M di pasar regular dan negosiasi. Sektor industry dasar dan barang konsumsi yang masing-masing mengalami pelemahan sebesar 5 poin (-1,33%) dan 23 poin (-1,13%) menjadi pemberat utama pergerakan IHSG pada perdagangan akhir pekan kemarin.

equity7

Seiring menguatnya pergerakan pada bursa saham gobal, percobaan pembalikan arah menjadi menguat yang terjadi pada IHSG kemarin dan masuknya dana investor asing membuat IHSG berpotensi untuk mengalami penguatan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.470 dan resistance 4.570. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:  INTP(Spec Buy), SRIL(BoW), CPIN(Spec Sell) dan SOCI(SoS).

 

News Highlights

PT Bank Rakyat Inodnesia Tbk (BBRI) menjadi bank pertama di Indonesia sekaligus di dunia yang akan meluncurkan dan mengoperasikan satelitnya sendiri. Satelit yang akan tersambung ke 10.380 kantor BRI di Indonesia ini akan diluncurkan Juni 2016. BBRI akan luncurkan satelit itu dari Guyana (Amerika Latin) pertengahan 2016, perkiraan bulan Juni. Dengan peluncuran satelit, artinya akan memberikan servis level yang jauh lebih baik lagi bagi nasabah. BRI menggelontorkan investasi mencapai US$ 220 juta atau sekitar Rp 3T untuk satelit ini.

PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) terus mengkaji berbagai aspek untuk merampungkan pendirian anak usaha yang baru di sektor energi yakni PP Energy. Perseroan menargetkan anak usaha barunya tersebut sudah terbentuk di kuartal II 2016 dengan perkiraan modal sementara sekitar Rp 1,5T. Saat ini perseroan tengah mengkaji aspek hukum dan aspek bisnis pendirian anak usaha baru tersebut. Saat terbentuk di kuartal II tahun depan setidaknya anak usaha barunya tersebut telah memiliki marketing sales Rp 4T- Rp 5T. Nantinya PP energi akan menggarap seluruh proyek-proyek pembangkit listrik yang telah didapat perseroan dan lebih bebas mengincar proyek-proyek pembangkit listrik dalam program kelistrikan 35.000 Megawatt (MW).

PT Bank Pembangunan Daerah Jabar Banten (BJBR) dipastikan ikut serta dalam setiap pembiayaan proyek infrastruktur di Jawa Barat dengan masuk dalam konsorsium pembiayaannya. BJBR ikut dalam konsorsium, salah satunya dalam pembiayaan proyek Tol Soroja. Untuk proyek infrastruktur ABPN dan APBD di kisaran Rp1T hingga Rp2T, Bank BJB siap menjadi leader konsorsiumnya.

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mencatakan kinerja yang menurun. Menurut laporan keuangan per 30 September 2015, TOWR mencatatkan laba bersih sebesar Rp 487,7M. Capaian itu menurun 45,2% dibandingkan laba pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 889,7M.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) melalui anak usahanya PT Saka Energi Indonesia (SAKA) telah menandatangani Facility Agreement pada 2 Desember 2015 lalu. Penandatanganan pinjaman dilakukan dengan sindikasi bank antara lain BNP Paribas, The Hongkong and Shanghai Banking Corp, Mizuho Bank Ltd, Bank Mizuho Indonesia, Bank Sumitomo Mitsui Indonesia, PT HSBC Securities Indonesia dan Sumitomo Mitsui Banking Corp. Nilai fasilitas pinjaman yang didapatkan SAKA dari sindikasi bank maksimum US$600 juta. Facility Agreement ini berlaku untuk masa lima tahun. Dana pinjaman yang didapatkan SAKA rencananya akan digunakan untuk membiayai kebutuhan investasi dan operasional serta pembayaran kembali pinjaman pemegang saham.

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) sepanjang periode bulan November lalu kembali merealisasikan pembelian kembali (buyback) sahamnya sebanyak 2.839.700 lembar. Corporate Secretary MAPI, Fetty Kwartati dalam keterbukaan informasi, Jumat mengatakan rata-rata saham perseroan tersebut dibeli kembali dengan harga berkisar Rp3.343 hingga Rp3.490 per saham. Secara keseluruhan dana yang telah dikeluarkan oleh perseroan untuk membeli kembali sahamnya disepanjan bulan November lalu yakni sebesar Rp9,78M. Dengan demikian, MAPI sejak awal pelaksanaan pembelian kembali pada awal Oktober lalu telah berhasil melakukan buyback sahamnya sebanyak 6.308.200 lembar dengan total dana yang dikeluarkan sebesar Rp20,86M.

Pemerintah merilis Paket Kebijakan Ekonomi Jilid VII, terdapat tiga poin utama yang berkaitan dengan sektor padat karya yaitu :

  1. Insentif tax allowance untuk industri garmen dan industri sepatu.
  2. Insentif keringanan pajak penghasilan (PPh 21) untuk industri garmen dan sepatu
  3. Layanan izin investasi 3 jam yang menghasilkan 8 produk perizinan ditambah 1 surat booking tanah.

 

———————————–
ipotindonesia , ipotplan , ipotfund

 

DISCLAIMER: This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness.  Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendation contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities.  PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s