Equity Update 3 Desember 2015

Market Review

Indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup melemah, Dow Jones melemah 158 poin (-0,89%) pada level 17.730, S&P turun 23 poin (-0,65%) pada level 2.080 dan Nasdaq mengalami pelemahan 33 poin (-1,08%) pada level 5.123. Saham-saham Wall Street mengakhiri perdagangan dengan mengalami pelemahan tertekan pelemahan pada saham-saham sektor komoditas dan energi pasca harga minyak jatuh di bawah $40 per barel. Pelaku pasar juga mulai melakukan penjualan usai pernyataan Yellen menegaskan bahwa kenaikan suku bunga dipastikan pada 16 desember mendatang, meski masih melihat beberapa data. Dari Eropa, mayoritas bursa saham mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup melemah, DAX melemah 71 poin (-0,63%) pada level 11.190, sementara FTSE mengalami penguatan sebesar 25 poin (+0,40%) pada level 6.421. Pelemahan pada mayoritas bursa saham eropa terjadi setelah investor mulai mempertanyakan ekspektasi tinggi mengenai rencana Bank Sentra Eropa (ECB) untuk memberikan stimulus agresif untuk memompa perekonomian Negara-negara zona eropa. Rencana itu akan di bahas dalam pertemuan pekan ini.

Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan kemarin langsung berada di teritori positif. Sentiment positif dari penguatan pada mayoritas bursa saham global langsung direspon oleh pelaku pasar. Penguatan pada nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (di tutup di level Rp13.780 per USD) belum cukup kuat memberikan sentiment positif tambahan bagi penguatan IHSG. Aksi jual oleh investor asing perlahan berhasil menekan laju IHSG di perdagangan kemarin. IHSG akhirnya ditutup melemah tipis sebesar 12 poin (-0,26%) pada level 4.546. Investor asing mencatatkan jual bersih (foreign net sell) sebesar 362,2M di pasar regular dan negosiasi. Sektor barang konsumsi dan industri dasar yang masing-masing mengalami pelemahan sebesar 36 poin (-1,73%) dan 4 poin (-1,09%) menjadi pemberat utama pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin.

equity3

Seiring pelemahan pada mayoritas bursa saham gobal, pelemahan tipis yang terjadi pada IHSG disertai kembali derasnya arus keluar dana asing kemarin, ditengah penguatan pada nilai tukar rupiah terhadap USD membuat IHSG berpotensi untuk bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.500 dan resistance 4.590. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: SMGR(Spec Buy), JSMR(Spec Buy),  LSIP(Spec Buy) dan  ICBP(SoS).

 

News Highlights

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menargetkan pertumbuhan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) sekitar 16% sampai dengan 18% di 2016. BNI siap melakukan berbagai macam upaya guna mencapainya. Manajemen mengatakan bahwa BNI akan fokus ke KPR, kartu kredit, dan personal loan.

PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) telah berhasil menuntaskan proses pembelian kembali (buyback) sahamnya sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Proses buyback saham telah dilakukan selama tiga bulan, yang dimulai sejak tanggal 2 September 2015 hingga 1 Desember 2016. Sepanjang periode tersebut, sebanyak 66.059.200 lembar saham (65,19%) telah berhasil dibeli kembali oleh perseroan dengan harga rata-rata pembelian sebesar Rp6.079,71 per saham. Sementara anggaran dana yang tersisa dari hasil pembelian kembali (buyback) saat ini yakni sebesar Rp247,78M.

PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) membentuk dua anak perusahaan baru pada 26 November 2015 yakni PT Mitra Sarana Berkat dan

PT Mitra Telindo Nusantara. Direktur Utama Perseroan dalam keterangannya Rabu menyebutkan bahwa Mitra Sarana Berkat dan Mitra Telindo sama-sama memiliki modal dasar Rp1M dan modal disetor Rp500 juta. Adapun kepemilikan keduanya terdiri dari PT MKNT sebesar 495.000 saham atau 99% dan Roby Tan 5.000 saham atau 1%.

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) sepanjang periode 24 Agustus hingga 23 November 2015 telah merealisasikan pembelian kembali (buyback) sahamnya senilai Rp9,18M. dana tersebut digunakan perseroan untuk membeli kembali saham-saham perseroan sebanyak 18.234.000 lembar saham. Jumlah dana yang telah dikeluarkan untuk buyback saham itu menurut Troy sudah termasuk broker fee. Rata-rata saham-saham perseroan telah dibeli kembali dengan harga sebesar Rp503,50 per saham.

PT Indonesia Pondasi Raya (Indopora) sudah menuntaskan penawaran awal saham perdananya. Dari data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), harga saham Initial Public Offering (IPO) Indopora dibanderol Rp 1.280 per saham. Harga itu berada di batas paling bawah dari harga penawaran awal sebesar Rp 1.280 – Rp 1.920 per saham. Perusahaan sub kontraktor bidang konstruksi pondasi ini melepas 303 juta saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Jumlah ini setara dengan 15,13% dari modal yang telah ditempatkan disetor penuh setelah pelaksanaan IPO. Dengan begitu, Indopora meraup dana berkisar Rp 387,84M. Rencananya, perseroan akan mencatatkan sahamnya di BEI pada 10 Desember 2015 mendatang. sekitar 40% untuk pendanaan belanja modal atau capex tahun 2016. Kemudian, 10% untuk menyuntik modal ke entitas anak PT Rekagunatek Persada, 17,6% untuk pembelian tanah, dan sisanya 32,4% akan digunakan untuk modal kerja perseroan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan melakukan soft launching proyek kereta cepat Jakarta-Bandung pada pertengahan Desember 2015. Acara pembangunan proyek ini berlangsung di kawasan Walini, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Direktur PT KCIC Hanggoro Budi Wiryawan menyebut rute kereta cepat Jakarta-Bandung memiliki panjang 150 Km dan kereta berkecepatan 250 kilometer perjam. Jarak Jakarta-Bandung yang semula ditempuh dua hingga 3 jam melalui jalur darat akan menjadi sekitar 30 menit setelah kereta cepat tersebut hadir. Proyek pembangunan kereta Cepat Jakarta-Bandung menelan biaya sekitar US$ 5,5M atau Rp 72T. KCIC adalah perusahaan patungan antara Indonesia dan China. Indonesia diwakili konsorsium BUMN terdiri dari PT Wijaya Karya, PT Kereta Api Indonesia, PT Jasa Marga, dan PT Perkebunan Nasional VIII. Sementara China diwakili oleh China Railway International Co. Ltd. Perusahaan tersebut bertanggung jawab menuntaskan proyek yang ditargetkan rampung pada 2019.

 

———————————–
ipotindonesia , ipotplan , ipotfund

 

DISCLAIMER: This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness.  Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendation contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities.  PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s