Equity Update 2 Desember 2015

Market Review

Indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup menguat cukup signifikan, Dow Jones menguat 168 poin (+0,95%) pada level 17.888, S&P naik 23 poin (+1,09%) pada level 2.103 dan Nasdaq mengalami penguatan 47 poin (+0,93%) pada level 5.156. Saham-saham Wall Street mengakhiri perdagangan hari perdana di desember dengan mengalami penguatan cukup signifikan, ditengah aksi pelaku pasar yang menunggu keputusan bank-bank sentral utama bulan ini. Pelaku pasar juga mencermati laporan utama ketenagakerjaan AS yang akan di rilis akhir pekan ini guna  memonitor kemungkinan-kemungknan dinaikkannya suku bunga The Fed. Sementara indeks PMI AS untuk November tercatat 48,6% (-1,5%) dari angka oktober 50,1%. Dari Eropa, mayoritas bursa saham mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup melemah, DAX melemah 121 poin (-1,07%) pada level 11.261, sementara FTSE mengalami penguatan sebesar 40 poin (+0,63%) pada level 6.396. Pelemahan pada mayoritas bursa saham eropa terjadi ditengah aksi tunggu pelaku pasar terhadap keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) mengenai rencana perluasan program stimulus guna memompa perbaikan ekonomi Negara-negara kawasan eropa.

Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan kemarin langsung berada di teritori positif. Sentiment positif dari penguatan pada pembukaan bursa saham asia langsung direspon oleh pelaku pasar. Penguatan pada nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (di tutup di level Rp13.784 per USD) turut menopang IHSG di perdagangan kemarin. Berakhirnya Rebalancing portofolio pada MSCI Indonesia Index membuat IHSG kembali bergerak normal. IHSG akhirnya ditutup menguat signifikan sebesar 111 poin (+2,50%) pada level 4.558. Investor asing mencatatkan jual bersih (foreign net sell) sebesar 258,6M di pasar regular dan negosiasi. Hampir seluruh sektor mengakhiri perdagangan dizona hijau, hanya sektor pertambangan yang berakhir melemah. Sektor aneka industri dan keuangan yang masing-masing mengalami penguatan sebesar 64 poin (+6,13%) dan 28 poin (+4,27%) menjadi pemberat utama pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin.

equity2

Seiring penguatan pada mayoritas bursa saham gobal, penguatan signifikan yang terjadi pada IHSG kemarin, serta nilai tukar rupiah terhadap USD yang kembali menguat membuat IHSG berpotensi untuk bergerak melanjutkan penguatan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.515 dan resistance 4.595. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:  ASII(Buy), BBCA(Buy),  CTRA(Spec Buy) dan  PTPP(Spec Buy).

 

News Highlights

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) meraih pendapatan sebesar Rp6,76T meningkat 10,4% per September 2015 dibandingkan pendapatan periode sama tahun sebelumnya yang Rp6,12T. Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan beban pokok naik jadi Rp3,53T dari beban pokok tahun sebelumnya yang Rp3,15T. Namun perseroan menderita rugi kurs sebesar Rp786M naik tajam dibandingkan rugi kurs tahun sebelumnya dan beban keuangan naik jadi Rp98,68M.  Laba periode berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk tercatata Rp66,9M usai meraih laba Rp1,05T tahun sebelumnya.

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) telah mengantongi kontrak baru Rp 19,03T hingga akhir November 2015. Namun, pencapaian kontrak baru emiten dengan kode saham WIKA  ini baru 60,15% dari target kontrak baru yang ditetapkan tahun ini sebesar Rp 31,6T. Kendati masih jauh dari target, menagemen WIKA optimistis bisa mengejar kontrak baru sebesar Rp 12,5 triliun di sisa satu bulan terakhir ini.

PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) mengalami kerugian sebesar Rp 14,03M per kuartal III-2015 dibandingkan perolehan laba sebesar Rp 8,31M per kuartal III-2014. Kerugian itu akibat perusahaan menanggung beban pokok pendapatan sebesar Rp 1,06 triliun per kuartal III-2015. Sedangkan, pendapatan bersih tercatat tumbuh 16,40% menjadi Rp 1,41 triliun per kuartal III-2015, dibandingkan posisi Rp 1,21 triliun per kuartal III-2014.

PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) berencana akan memperluas bisnisnya dengan masuk ke dalam bisnis di bidang energi. Masih cukup besarnya peluang dibisnis energi biodiesel menjadi alasan perseroan untuk masuk ke bisnis ini karena dapat meningkatkan pendapatan perseroan serta memberikan nilai tambah bagi pemegang saham perseroan. Untuk mendukung peluang usaha tersebut, perseroan akan merubah kegiatan usaha utamanya dengan menambahkan kegiatan dibidang energi dari sebelumnya dibidang industri dan perkebunan kelapa sawit. Perubahan kegiatan utama usaha perseroan akan dilakukan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan pada tanggal 3 Desember 2015 mendatang.

PT Sido Muncul Tbk (SIDO) memperpanjang masa buyback sahamnya selama tiga bulan ke depan terhitung hari ini 1 Desember 2015 hingga 29 Februari 2016. Alasan perpanjangan adalah rencana pembelian saham sebesar paling banyak 2,2% pada periode sebelumnya belum terpenuhi dan dana yang dicadangkan Rp198M juga masih tersisa. Perseroan akan menghentikan pembelian kembali saham jika harga SIDO sudah mencapai Rp600.

PT Sampoerna Agro Tbk sampai dengan akhir November 2015 telah berhasil melakukan pembelian kembali (buyback) sahamnya sebanyak 25.358.700 lembar saham. Pembelian kembali saham tersebut dilakukan sepanjang periode 27 Oktober hingga 30 November 2015. saham-saham tersebut dibeli kembali dengan harga pembelian berkisar antara Rp1.085 – Rp1.475 per saham. Adapun total dana yang telah direalisasikan untuk pembelian kembali sahamnya ini yakni sebesar Rp32,67M. Saat ini perseroan masih memiliki sisa dana Rp272,33M untuk melakukan pembelian kembali sahamnya dari yang dianggarkan sebesar Rp305M. SGRO akan kembali melakukan pembelian kembali sahamnya sebanyak 189 juta saham atau maksimal 10% dari jumlah saham perseroan. Buyback akan dilakukan oleh emiten. mulai 27 Oktober 2015 sampai dengan 26 Januari 2016 mendatang.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data Pada November 2015 tercatat laju inflasi nasional sebesar 0,21%. Sedangan inflasi tahunan (year on year) adalah 4,89%. Untuk komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,16% dan inflasi inti sebesar 4,77%. Iini merupakan kondisi November terendah dalam 5 tahun terakhir, year on year terendah sepanjang 2015, inflasi inti juga terendah sepanjang 2015.

 

———————————–
ipotindonesia , ipotplan , ipotfund

 

DISCLAIMER: This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness.  Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendation contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities.  PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s