Market Brief: Asia Melaju, IHSG Cenderung Menguat

Ipotnews – Memasuki Desember, bursa saham Asia pagi ini (1/12) dibuka menguat, membalik tren negatif pada penutupan bursa Wall Street.

Investor lebih fokus pada tiga peristiwa penting yang akan terjadi pada pekan ini, yaitu rilis data PMI China hari ini dan rapat kebijakan ECB, Kamis besok, dan rilis data ketenagakerjaan AS (Jumat) yang akan menentukan rapat kebijakan Federal Reserve AS, pada pertengahan Desember.

Mengawali perdagangan saham di Asia hari ini, indeks ASX 200 Australia mencatatkan kenaikan, melesat 1,60% (82,78 poin) ke posisi 5.249,30 pada pukul 08.00 WIB, didorong oleh kenaikan harga saham emiten perbankan.

Harga saham emiten pertambangan bergerak mixed terpengaruh oleh penurunan harga minyak, dan kenaikan harga emas.

Pada jam yang sama, indeks Nikkei 225 Jepang melaju 0,93% (184,31 poin) ke level 19.931,78, didukung oleh kenaikan harga sebagian besar saham blue chips.

Rilis data Departemen Keuangan Jepang hari ini, memperlihatkan kenaikan belanja peralatan dan pabrikan di Jepang selama Juli-September sebesar 11,2 persen. Indeks Kospi, Korea Selatan, menguat 0,95% di posisi 2.101,93.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan mampu mengikuti tren positif di bursa saham Asia, setelah kemarin terperosok ke zona merah.

Analis memperkirakan, setelah mengalami penurunan tajam sejak akhir pekan, indeks akan berbalik arah, berpeluang breakout menuju 4700. Rilis data BPS hari ini diharapkan menjadi sentimen positif mendorong laju indeks.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, bervariasinya pergerakan bursa saham gobal, pelemahan IHSG dan nilai tukar rupiah kemarin di tengah berakhirnya proses rebalancing portofolio pada MSCI Indonesia Index berpotensi membuat indeks bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat.

IHSG akan bergerak pada rentang support 4.380 dan resistance 4.505. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ICBP [ICBP 12,875 250 (+2,0%)](Spec Buy), SSIA [SSIA 605 20 (+3,4%)](Spec Buy), BBCA [BBCA 13,050 675 (+5,5%)](BoW) dan WSKT [WSKT 1,660 55 (+3,4%)](BoW).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan penurunan karena para investor menahan diri, menunggu laporan ketenagakerjaan AS yang akan dirilis Jumat pekan ini.

Ini adalah laporan ketenagakerjaan terakhir untuk tahun ini yang akan berperngaruh pada keputusan kebijakan suku bunga The Fed pada pertengahan Desember.

Dow Jones Industrial Average turun 0,44% (-78,57 poin) menjadi 17.719,92.
S&P 500 melemah 0,46% (-9,70 poin) di poisisi 2.080,41.
Nasdaq Composite susut 0,37% (-18,86 poin) ke level 5.108,67.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange melorot 1,54% menjadi US$20,42.

Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir variatif, menjelang pertemuan kebijakan ECB yang akan digelar Kamis pekan ini. Investor juga menunggu laporan ketenagakerjaan AS, serta hasil pertemuan OPEC pekan ini.

Pertemuan tingkat tinggi tentang perubahan lingkungan (COP21) juga mendapat perhatian investor yang mengharapkan keputusan yang market friedly. Bursa saham London berakhir negatif tertekan oleh penurunan harga saham emiten pertambangan.

FTSE 100 London turun 0,30% (-19,06 poin) menjadi 6.356,09.
DAX 30 Frankfurt melaju 0,8% (88,47 poin) berakhir di 11.359,5.
CAC 40 Paris bergerser ke atas 0,56% (27,46 poin) di posisi 4.957,60.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi ditutup dengan mencatatkan kenaikan, terpengaruh oleh ekspektasi stimulus lanjutan dari ECB pada pertemuan Kamis besok.

Rilis data PMI Universtas Chicago yang lebih rendah 5 poin dari ekspektasi, dan pending home sales yang hanya naik 0,2 persen, tidak mengubah sentimen pasar.

Indeks dolar yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang utama AS naik 0,13 persen menjadi 100,15.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

mb1

Komoditas

Harga minyak mentah dunia di bursa New York, pagi tadi, dan di bursa London, tadi malam, ditutup melemah menjelang pertemuan OPEC yang diperkirakan mempertahankan tingkat produksi sehingga membuat harga tetap rendah demi mempertahankan pangsa pasar.

Hasil survei Reuters memperkirakan, output minyak pada November naik menjadi 31,77 juta barel per hari dibanding bulan sebelumnya 31,64 juta bph, yang ditopang oleh kenaikan ekspor minyak Irak.

Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman Januari, turun 6 sen ke level US$41,71 per barel.
Harga minyak mentah Brent untuk penyerahan Januari turun 25 sen menjadi US$44,61 per barel.

Harga kontrak emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, pagi tadi berakhir dengan mencatatkan kenaikan, karena perdagangan teknikal meningkat meskipun dolar AS menguat.

Namun analis mengatakan, korelasi negatif antara emas dan dolar akan terus berlanjut karena ekspektasi kenaikan suku bunga AS.

Harga emas untuk pengiriman Februari naik US$9,1 (0,86%) menjadiUS$1.065,30 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,6% menjadi US$1.064,06 per ounce.

(AFP, CNBC, Reuters)

 

Sumber : IPOTNEWS

https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Asia_Melaju__IHSG_Cenderung_Menguat&level2=newsandopinion&id=3992471&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG-detik.jpg#.Vl0UIk_cp5Y

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s