Equity Update 1 Desember 2015

Market Review

 

Indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup melemah, Dow Jones melemah 78 poin (-0,44%) pada level 17.720, S&P turun 10 poin (-0,48%) pada level 2.080 dan Nasdaq melemah 19 poin (-0,36%) pada level 5.109. Saham-saham Wall Street mengakhiri perdaganga hari terakhir dibulan November dngan mengalami pelemahan, karena investor menunggu laporan utama ketenagakerjaan AS yang akan di rilis akhir pekan ini. Pelaku pasar juga terus mencermati dimulainya musim belanja di AS guna menilai keadaan ekonomi yang ada. Serta pelaku pasar juga terus memonitor kemungkinan-kemungknan dinaikkannya suku bunga The Fed. Dari Eropa, mayoritas bursa saham mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup menguat, DAX menguat 88 poin (+0,78%) pada level 11.382, sementara FTSE mengalami pelemahan sebesar 19 poin (-0,30%) pada level 6.356. Penguatan pada mayoritas bursa saham eropa terjadi menyambut pekan dengan banyak data-data ekonomi yang akan di rilis, termasuk data inflasi Negara-negara zona eropa dan rapat yang akan diadakan oleh bank central eropa (ECB). Rapat bank central eropa sangat ditunggu-tunggu menyusul pernyataan presiden ECB Mario Draghi yang akan menempuh segala acara untuk mempercepat laju perbaikan ekonomi Negara-negara zona eropa.

 

Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan kemarin langsung berada di teritori negatif. Sentiment negatif dari pelemahan pada mayoritas bursa saham global langsung direspon oleh pelaku pasar. Pelemahan pada nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (di tutup di level Rp13.847 per USD) dan pelemahan pada bursa saham asia turut menekan IHSG di perdagangan kemarin. Adanya Rebalancing portofolio pada MSCI Indonesia Index semakin menekan IHSG di akhir perdagangan. IHSG akhirnya ditutup melemah signifikan sebesar 114 poin (-2,50%) pada level 4.446. Investor asing mencatatkan jual bersih (foreign net sell) sebesar 1.459,2M di pasar regular dan negosiasi. Seluruh sektor mengakhiri perdagangan dizona merah. Sektor keuangan dan industri dasar yang masing-masing mengalami pelemahan sebesar 27 poin (-3,97%) dan 43 poin (-3,96%) menjadi pemberat utama pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin.

equity1

Seiring bervariasinya pergerakan bursa saham gobal, pelemahan yang terjadi pada IHSG dan nilai tukar rupiah terhadap USD kemarin ditengah berakhirnya proses rebalancing portofilio pada MSCI Indonesia Index membuat IHSG berpotensi untuk bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.380 dan resistance 4.505. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:  ICBP(Spec Buy), SSIA(Spec Buy), BBCA(BoW) dan  WSKT(BoW).

 

 

News Highlights

 

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) hingga November 2015 berhasil mencapai kontrak baru Rp11,1T dimana pencapaian realisasi kontrak baru tersebut telah melampaui realisasi perolehan kontrak baru ADHI di sepanjang tahun 2014 yakni sebesar Rp9,2T. Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru hingga Oktober 2015 masih didominasi oleh lini bisnis konstruksi sebesar 90,1% dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya. Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru terdiri dari Swasta/lainnya sebanyak 34,7% BUMN tercatat 21,9% sementara APBN/APBD sebesar 43,4%. Sedangkan pada tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari Gedung sebanyak 50,8%, Jalan dan Jembatan 33,6%, sedangkan dermaga serta infrastruktur lainnya sebesar 15,6%.

 

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) membukukan laba bersih pada Q3 2015 mencapai Rp390,50M atau Rp63,57 per saham. Laba bersih tersebut menunjukkan penurunan kinerja Perseroan sebesar 2,55% pada Q3 2015 bila dibandingkan dengan Laba bersih pada Q3 2014 sebesar Rp400,71M atau Rp65,28 per saham. Kinerja WIKA pada Q3 2015 merosot disebabkan oleh penuruan Pendapatan Pokok Perseroan pada Q3 2015 sebesar 6,04% menjadi Rp8,09T dari Pendapatan pokok pada Q3 2014 yaitu Rp8,61T.

 

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) meraih kenaikan laba bersih sebesar 107% per September 2015 menjadi Rp476,35M dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp229,21M. Pendapatan usaha naik menjadi Rp3,85T dari pendapatan usaha tahun sebelumnya yang Rp3.25T. Total aset per September 2015 mencapai Rp6,77T dari total aset per Desember 2014 yang mencapai Rp5,99T.

 

PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) pada Q3 2015 ini melaporkan laba bersih sebesar Rp87,34M atau Rp10,07 per saham. Laba bersih tersebut anjlok 60,72% dibandingkan dengan Rp223,36M atau Rp25,63 per saham dari laba bersih pada periode yang sama tahun 2014. Kinerja WTON yang anjilok pada Q3 2015 tersebut disebabkan oleh belum berjalan proyek dari infrastruktur pemerintah dan sepinya bisnis konstruksi yang menyebabkan pendapatan Utama WTON pada Q3 mengalami penurunan sebesar 33,19% menjadi Rp1,55T dari Pendapatan pada periode yang sama tahun 2014 yaitu Rp2,32T.

 

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) selama sembilan bulan pertama mencatatkan produksi feronikel mengalami kenaikan sebesar 10% menjadi 12.838 ton nikel dalam feronikel (Tni) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini didukung oleh peningkatan kadar bijih nikel umpan pabrik dari tambang nikel Pomalaa dan Pulau Pakal. Penjualan feronikel juga naik 4% menjadi 13.388 TNi dibandingkan penjualan tahun sebelumnya dimana Korsel, Eropa dan China merupakan tiga destinasi terbesar penjualan selama periode tersebut. Sedangkan penjualan emas Antam naik secara signifikan sebesar 129% menjadi 12.649 kg dibandingkan periode sebelumnya.

 

PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) meraih penjualan sebesar Rp6,55T per September 2015 turun tipis dari penjualan tahun sebelumnya yang Rp6,73T dan beban pokok naik jadi Rp5,08T dari beban pokok tahun sebelumnya Rp4,78T. Rugi bersih diderita Rp372,31M usai meraih laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp598,88M.

 

PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) alami penurunan laba bersih sebesar 25,21% per September 2015 menjadi Rp353,42M atau Rp168 per saham dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp500,58M. Penjualan bersih turun jadi Rp1,71T dari penjualan bersih tahun sebelumnya yang Rp2T. Beban pokok turun jadi Rp797,25M dari beban pokok tahun sebelumnya Rp821,37M.

 

Dana Monoter Internasional (IMF) secara resmi menetapkan mata uang Republik Rakyat Cina, Yuan dimasukkan ke dalam Special Drawing Rights (SDR) sebagai mata uang internasional. Yuan akan resmi menjadi mata uang resmi internasional pada awal tahun depan. Cina adalah kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia setelah AS, yang telah meminta mata uangnya menjadi mata uang cadangan sejak tahun lalu.

 

 

———————————–
ipotindonesia , ipotplan , ipotfund

 

DISCLAIMER: This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness.  Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendation contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities.  PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s