Market Review
Dow Jones kemarin ditutup turun signifikan 203 poin atau 1,57% pada 12.759 atas kembali khawatirnya investor atas suksesnya proses swap utang Yunani. Yang dikhawatirkan adalah proses swap obligasi yang dipegang oleh investor swasta yang jatuh tempo pada 8 Maret 2012 tidak berjalan sesuai dengan harapan dan mengakibatkan gagal bayar yang kacau. Selain itu kemarin juga dirilis data ekonomi dari negara Uni Eropa untuk Desember 2011 yang memperlihatkan belanja rumah tangga, ekspor, dan indeks manufaktur yang melemah. Kedua hal ini menambah sentiment negatif baik bursa Amerika dan Eropa yang ditutup melemah sehari sebelumnya atas rilis data ekonomi Cina yang menurunkan estimasi pertumbuhan ekonomi dari 8% menjadi 7,5%. Harga komoditas dunia pada perdagangan kemarin juga melemah signifikan atas prospek pelemahan ekonomi dunia. Harga WTI turun 1.89% ditutup pada USD104,7 atas meningkatnya persediaan dan akan kembali dibukanya diskusi dengan Iran mengenai program nuklir negara tersebut. Pasar saham Asia dibuka pada teritori merah pagi ini.
Hari ini diperkirakan IHSG bergerak melanjutkan pelemahan terbatas. Disarankan transaksi jangka pendek dan realisasi keuntungan saat memungkinkan. Cermati saham dengan fundamental dan kapitalisasi memadai. Cermati JSMR, INTP, PGAS, PTBA, ASII, INDF
Ringkasan Berita & Komentar
UNSP mencetak penurunan laba bersih 6,9% pada tahun 2011 yang dipicu oleh turunnya perolehan laba pada kuartal IV akibat beban bunga. Laba usaha UNSP untuk tahun 2011 naik 29,4% menjadi Rp1,1 triliun dibandingkan tahun 2010 Rp850 miliar. Namun marjin operasi turun menjadi 25,6% pada tahun 2011 dibandingkan 28,3% pada tahun 2010. Laba kotor UNSP tumbuh 23,8% menjadi Rp1,6 triliun dari Rp1,29 triliun sedangkan pendapatan naik 43,1% menjadi Rp4,3 triliun dari Rp3 triliun. Volume penjualan CPO pada tahun 2011 naik 38,9% menjadi 330.000 ton.
WIKA meraih dana sekitar Rp112,64 miliar dari pengalihan atau penjualan secara bertahap hasil pembelian kembali (buyback). Hingga kini, WIKA sudah mengalihkan sekitar 85% saham hasil buyback kepada public dari total 176,68 juta unit saham yang akan dijual kembali.
MRAT menargetkan laba bersih 2012 sebesar Rp63 miliar, tumbuh 126% dibandingkan laba bersih belum diaudit tahun lalu sebesar Rp27,8 miliar. Pertumbuhan laba bersih tahun ini akan ditopang oleh rencana pelebaran area ekspor Perseroan dan rencana peluncuran 20 produk baru setiap bulan.
BKSL tahun ini menargetkan Marketing Sales Rp550 miliar, tumbuh 30-40% dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp390-420 miliar. Untuk mencapai target tersebut, Perseroan akan meluncurkan setidaknya dua klaster baru dan sejumlah unit rumah toko.
Indorama Ventures Public Company Limited (IVL), induk usaha INDR, mengakuisisi 100% saham PT Polypet Karyapersada, produsen polyethylene terephthalate (PET). Polypet memiliki pabrik PET berkapasitas 100.800 ton per tahun di Cilegon. Banten.
TBIG membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp 970 miliar di akhir 2011, meningkat 45% dibandingkan pendapatan tahun 2010. Laba konsolidasian sebelum bunga, pajak dan penyusutan (EBITDA) pada periode yang sama mencapai Rp 764 miliar, atau meningkat 49% dibandingkan tahun sebelumnya. Pinjaman perseroan tercatat sebesar Rp 3,611 triliun, dan saldo kas sebesar Rp 613 miliar.
BRAU akan segera menerbitkan surat utang senilai US$ 500 juta yang sudah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar kemarin (6/3). Surat utang tersebut dikabarkan memiliki bunga tetap dan maksimal sebesar 9%.
PTRO meraih kontrak jasa pertambangan dari PT Santan Batubara senilai total US$ 399 juta. Perseroan telah meneken Expanded and restated contract overburden removal at Santan-Separi and Uskap Mine Site pada 2 Maret 2012.
PTBA berencana mengajukan dividen untuk tahun buku 2011 sekitar 50% – 60%. Perseroan mencatat laba bersih Rp 3,085 triliun di akhir tahun 2011 atau naik 54,25% vs Rp 2 triliun di 2010. Pendapatan tahun 2011 naik 34% menjadi Rp 10,58 triliun. Harga batubara mengalami kenaikan rata-rata tertimbang sebesar 24% untuk pasar domesik menjadi Rp 755.220 per ton, sedangkan harga rata-rata ekspor naik menjadi US$ 101,04 per ton. Total produksi batubara PTBA mencapai 13,8 juta ton, dimana produksi langsung mencapai 12,95 juta ton. Sementara, pembelian batubara dari pihak ketiga mencapai 0,9 juta ton.
PTBA menargetkan tingkat penjualan di 2012 akan mencapai 18,66 juta ton. Target tersebut naik 39% dibandingkan realisasi penjualan di 2011 yang mencapai 13,5 juta ton. Pendapatan PTBA diprediksi menjadi Rp 14 triliun, disesuaikan dengan kenaikan harga rata-rata batubara yang diprediksi sekitar 3% – 10%. Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal senilai Rp 1,3 triliun – Rp 1,4 triliun dengan pendanaan internal.
SGRO berniat membuka lahan kebun sagu baru dengan luas berkisar 1.000 ha – 2.000 ha sehingga bakal menambah luas lahan tertanam sagu SGRO dari 4.000 ha menjadi sekitar 6.000 ha di akhir tahun ini. Komen : SGRO tercatat memiliki izin untuk membuka perkebunan sagu di lahan seluas 21.000 ha. Penanaman baru terus dilakukan guna menopang pabrik tepung sagu yang sudah mulai berproduksi di tahun ini yang diperkirakan baru akan mencapai 50% dari kapasitas maksimum. Kontribusi bisnis sagu terhadap pendapatan tahun ini masih kecil (di bawah 10%).
Pemerintah menyerap Rp 1,6 triliun pada lelang SUN kemarin (6/3), dari total minat beli sebanyak Rp 10,62 triliun. Ini lebih rendah dari target awal pemerintah sebesar Rp 5 triliun.
Pemerintah memastikan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) tidak bersamaan dengan harga BBM bersubsidi. Kenaikan TDL akan dilakukan pada Mei 2012 secara bertahap selama tiga bulan.