Market Review
Dow Jones kemarin ditutup turun 43 poin atau 0,33% pada 13.197 atas aksi ambil untung umum yang terutama terjadi pada akhir sesi. DJIA sempat berada pada teritori hijau pada awal sesi sebelum rilis beberapa data ekonomi. Kemarin dirilis data indeks kepercayaan konsumen untuk bulan Maret 2012 berada pada 70,2 sesuai dengan estimasi konsensus 70,1, demikian juga indeks harga perumahan untuk bulan Januari 2012 turun 3,8% YoY juga sesuai dengan estimasi konsensus. Rilis kedua data ini sejalan dengan rilis indeks ekspektasi inflasi konsumen Amerika untuk satu tahun mendatang yang diterbitkan oleh grup swasta Conference Board pada tingkatan tertinggi sejak Mei 2011 yaitu pada 6,3% vs. sebelumnya 5,5%. Secara umum investor saham Amerika masih waspada akan proses pemulihan ekonomi negara tersebut. Pasar saham Eropa kemarin bergerak dengan tema yang sama dan ditutup melemah, begitu juga dengan kebanyakan pasar saham Asia pagi ini. Sementara itu perdagangan WTI dunia kemarin masih diwarnai euphoria pernyataan Bernanke mengenai kebijakan moneter akomodatif dan ditutup menguat sedikit pada USD107,33/barel atau naik 0,28% dari hari sebelumnya.
IHSG hari ini kami perkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan rawan ambil untung. Disarankan untuk transaksi jangka pendek dan realisasi keuntungan pada kesempatan pertama. Saham pilihan UNVR, ITMG, JSMR, SMCB, BWPT.
Ringkasan Berita & Komentar
Manajemen Semen Gresik (SMGR) mengatakan bahwa mereka akan membebankan kenaikan biaya distribusi semen kepada konsumen walaupun sebenarnya perusahaan belum merencanakan kenaikan harga sehubungan dengan rencana dinaikkannya harga BBM oleh pemerintah. Dia mengatakan bahwa kenaikan harga BBM akan mengakibatkan kenaikan sekitar 2% dari biaya produksi apabila BBM naik 30%. Sedangkan dampak terbesar akan terjadi pada biaya distribusi dimana biaya BBM mencapai 40% dari total biaya tersebut. (Jakarta Post, Investor Daily)
Komentar: Kenaikan harga BBM kemungkinan akan berdampak negatif terhadap penjualan semen. Akan tetapi dengan harapan suku bunga yang tetap rendah dan pembangunan infrastruktur, penjualan semen mungkin akan tetap tumbuh walau melambat dibanding tahun 2011.
Setelah menggandeng PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri), MEDC akan menggandeng PGAS untuk mengakuisisi dua blok minyak dan gas yang dioperasikan Exxon-Mobil di Aceh. Kedua blok yang diincar MEDC tersebut adalah Blok B dan North Sumatera Offshore (NS). Jika proposal pembelian tersebut diterima, komposisi kepemilikan tiga perusahaan tersebut atas kedua blok tersebut adalah 40% untuk MEDC, 30% untuk PGAS, dan 30% untuk Pusri. Saat ini MEDC masih menghitung nilai aset dua blok tersebut. (Kontan)
Rencana PTPP memisahkan lini bisnis propertinya belum akan direalisasi dalam waktu dekat: spin off lini bisnis ini masih menunggu proses. Bahkan, PTPP berencana membangun tujuh hotel dalam lima tahun mendatang dan semuanya akan dikelola sendiri. (Kontan)
Sepanjang kuartal I tahun ini, PTPP sudah meraup kontrak baru senilai Rp396 miliar, dan sampai saat ini belum merevisi target kontrak baru tahun ini yaitu Rp16,8 triliun. Sementara order book yang ditargetkan tahun ini adalah Rp27 triliun, meningkat 47% dibanding dengan Rp18,34 triliun tahun lalu. Oder book tahun lalu berasal dari kontrak baru Rp12,33 triliun dan kontrak carry over Rp6,01 triliun. (Kontan)
Laporan keuangan anak usaha Bumi Plc. Bumi Resources membukukan rugi setelah pajak USD119juta pada tahun 2011 dibandingkan laba bersih USD311juta pada tahun 2010.Berbeda dengan Bumi Resources, Berau Coal mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,19triliun pada tahun 2011, dibandingkan laba bersih Rp 620miliar pada tahun 2010. Pada tahun ini, manajemen menargetkan produksi sebesar 98 juta ton (23 juta ton dari Berau dan 75 juta ton dari Bumi Res.). (Bisnis Indonesia)
| |
Produksi (juta ton)
|
Produksi (juta ton)
|
Produksi (juta ton)
|
|
2010 2011
|
2010 2011
|
2010 2011
|
| Bumi Resources |
60.4 65.9 |
60.7 63.7 |
70.8 93.3 |
| Berau Coal |
17.4 19.4 |
17.1 20.0 |
59.6 81.4 |
Petrosea Tbk (PTRO) membukukan nilai backlog sebesar USD2miliar per kuartal I 2012. 2 klien yang baru saja memperpanjang kontrak adalah Santan Batubara (JV Petrosea dan Harum Energy) dan Gunung Bayan. PTRO pada saat ini diperdagangkan pada PE11 (aktual) sebesar 7.0x, sedangkan UNTR pada PE11 (aktual) sebesar 20.0x. Secara bisnis, PTRO dan UNTR memiliki kemiripan, namun PTRO tidak memiliki lini bisnis penjualan alat berat. Kami melihat bahwa 65% diskon terhadap UNTR dapat memberikan investor eksposur yg mirip dengan UNTR, namun dengan valuasi yang jauh lebih rendah. (Bisnis Indonesia)
Adaro Energy (ADRO) mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 123% menjadi USD552juta pada tahun 2011 (vs USD523juta consensus) atau Rp157 laba per saham (eps). Produksi juga meningkat signifikan menjadi 47,67juta ton (13%). Data JORC terhadap tambang MIP yang telah diakuisisi pada Agustus tahun lalu dan kinerja yang sangat bagus pada tahun 2011 akan menjadi momentum positif untuk ADRO. Namun, pasar masih menunggu realisasi eksekusi dari tambang MIP serta kelanjutan akuisisi tambang Bhakti Energi Persada. (Investor Daily)
MAPI rilis kinerja tahun 2011 dengan laba bersih Rp360,4 miliar, atau naik 79% YoY, yang ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bersih pada Rp5,88 triliun atau naik 24% YoY. Laba kotor tahun 2011 pada Rp3,04 triliun, atau naik 28% YoY yang menghasilkan marjin laba kotor tahun 2011 pada 51% vs. 50% pada tahun 2010. Laba sebelum pajak tahun 2011 meningkat 75% YoY menjadi Rp484,5 miliar menghasilkan marjin laba sebelum pajak tahun 2011 pada 8% vs. 4% pada tahun 2010. Keseluruhan, marjin laba bersih tahun 2011 pada 6%, vs. 4% pada tahun 2010. (Bisnis Indonesia)
Danamon membayar 1 trilliun idr dividen atau 104.43 idr per share (33% kenaikan dari tahun lalu) sebagai bagian dari laba bersih mereka di tahun 2012 (3.34 trilliun laba bersih). (Bisnis Indonesia)
BNI dan telkomsel mengadakan kerja sama T-cash e-money. Sekarang nasabah BNI bias mengisi pulsa telkomsel mereka di seluruh atm BNI. Ini berdampak pada kenaikan jumlah nasabah dan kenaikan giro karena BNI bertindak sebagai settlement bank. (Kontan)
Lebih rendah dari target yang sebesar Rp 1 triliun, pemerintah memutuskan hanya menyerap Rp 355 miliar dari total minat beli senilai Rp 2,18 triliun pada lelang sukuk negara (SBSN) kemarin. (Kementrian Keuangan)
Pemerintah dan Badan Anggaran DPR menyepakati asumsi harga minyak mentah Indonesia pada RAPBN-P 2012 sebesar US$ 105 per barel. (Kontan)