BOND UPDATE 20111014

Lima seri SUN dilelang Selasa mendatang

Pemesanan ORI008 sudah mencapai Rp 6,62 triliun

Bank Permata akan eksekusi opsi beli Obligasi Subordinasi I

Equity Update 31 Oktober 2014

Market Review

Dow Jones  tadi malam  menguat 221 poin atau 1,3%, menjadi 17.195, sedangkan indeks S&P 500 naik 12 poin atau 0,6%, menjadi 1.995. Untuk Nasdaq Composite menguat 17 poin atau 0,4% menjadi 4.566. Penguatan bursa di US dipicu oleh proyeksi optimistis dari Federal Reserve mengenai perekonomian seiring dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 3,5% pada kuartal ketiga.

Sementara pada penutupan perdagangan Kamis, IHSG turun 15 poin (-0,3%) ke posisi 5.059. Sedangkan indeks LQ45 melemah 3 poin (-0,37%) menjadi 860. Sektor saham yang mengalami koreksi signifikan diantaranya industri dasar (-1,1%), keuangan (-0,9%) dan manufaktur (-0,7%). Sedangkan sektor  yang mengalami penguatan diantaranya perkebunan (3,4%), aneka industri (0,2%) dan properti (0,1%). Rilis laporan keuangan di sektor perkebunan yang cukup bagus menjadi katalis penguatan indeks.

Indeks hari ini diperkirakan menguat seiring bursa global serta katalis dari laporan keuangan. Sektor agri diperkirakan bakal kembali menopang pergerakan indeks. Level support untuk hari ini yakni: 4.996 sedangkan resist 5.110. Beberapa saham pilihan yakni: AALI, LSIP, SGR0, UNTR dan ASII.

News Highlights

PT Astra International (ASII) pada 3Q14 membukukan laba Rp14,5T atau naik  dibandingkan periode yang sama tahun 2013 sebesar Rp13,5T. Pendapatan bersih mencapai Rp151T dibanding dengan sebelumnya yang mencapai Rp142T. EPS naik menjadi Rp358 dari sebelumnya Rp333/saham.

PT Bank Central Asia (BBCA) pada 3Q14 meraih pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya tumbuh 23% (yoy) menjadi Rp30T. Marjin Bunga Bersih (NIM) naik 50 bps menjadi 6,5%. Laba bersih tumbuh 17,7% (yoy) menjadi Rp 12,2T.

PT Bank Negara Indonesia (BBNI) mencatat laba bersih pada 3Q14 sebesar Rp7,6T tumbuh 16,4% (yoy). Pendapatan operasional mencapai Rp24T atau tumbuh 13,0% di mana sekitar Rp16,4T dikontribusi dari pendapatan bunga bersih (net interest income/ NII) yang meningkat 18,6%.Net NPL turun dari 0,6% menjadi 0,5% sedangkan Gross NPL turun dari 2,4% menjadi 2,2%.

PT Gozco Plantations(GZCO) pada 3Q14 meraih kenaikan penjualan bersih menjadi Rp365,5M  dari sebelumnya Rp264,6M. Laba sebelum pajak mencapai Rp31,4M naik tajam dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp3,6M. Laba naik menjadi Rp26M dari sebelumnya Rp14,4M.

Rekomendasi Saham 31 Oktober 2014

IHSG (5.059)
Range: 4.996 –5.110

—Indeks mengalami tekanan jual atau profit taking setelah tehnikal rebound sebelumnya. Bertahan di atas support EMA5 maka ada peluang menguat kembali menguji resist EMA50 di 5.080.
Jika masih berlanjut maka resist selanjutnya di level 5.110, sementara support 4.996 kemudian 4.835.

SGRO (2.100)
Rekomendasi: Sell On Strength

—Dengan volume tinggi, harga gap-up dan naik hingga break resist upper band. Kondisi yang overbought akan memicu profit taking dengan target 2.170 sementara support 2.020.

AALI (23.000)
Rekomendasi: Sell On Strength

—Dengan volume cukup besar, harga naik tinggi hingga break resist EMA50. Stochastic netral serta MACD negatif.
Target harga 24.100, sementara support 22.800.

LSIP (1.955)
Rekomendasi: Sell On Strength

—Dengan volume cukup besar, harga naik tinggi hingga break resist upper-band. Stochastic mendekati overbought sehingga rawan profit taking.
Target harga 2.000 kemudian 2.045, sementara support 1.890.

Equity Update 30 Oktober 2014

Market Review

Dow Jones  tadi malam turun 31 poin atau -0,2%  menjadi 16.974, indeks Nasdaq melemah 15 poin (-0,3%)  menjadi 4.549, serta S&P 500 ditutup turun 2,7 poin (-0,1%) menjadi 1.982. Penurunan tersebut dipicu setelah Federal Reserve mengumumkan penghentian program stimulus atau quantitative easing. Meskipun demikian, The Fed menyatakan akan mempertahankan tingkat suku bunga rendah, tetapi bank sentral juga siap menaikkan suku bunga jika ekonomi tumbuh lebih cepat dari perkiraan.

Sementara kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tehnikal rebound sehingga ditutup menguat 72 poin (1,4%) ke level 5.074, sementara Indeks LQ45 menguat 17 poin (2%) ke level 863. Rebound dipicu karena beberapa saham yang overshoot karena diskon cukup besar kembali diburu oleh investor untuk short-term trading. Rilis laporan keuangan yang bagus dari sektor perkebunan yakni AALI, akan membawa sektor agri menguat.

Indeks hari ini diperkirakan melemah karena investor kembali profit taking setelah kemarin indeks menguat. Sektor agri diperkirakan bakal menopang pergerakan indeks. Level support untuk hari ini yakni: 4.996 sedangkan resist 5.110. Beberapa saham pilihan yakni: AALI, LSIP, ADR0, LPKR dan PGAS.

News Highlights

PT Astra Agro Lestari (AALI) meraih kenaikan laba bersih 3Q14 sebesar 107% menjadi Rp1,8T. Pendapatan bersih naik menjadi Rp11,7T dari sebelumnya sebesar Rp8,3T. Beban pokok naik menjadi Rp8T dari beban pokok sebelumnya sebesar Rp6T.

PT Matahari Department Store (LPPF) membukukan laba bersih 3Q14 sebesar Rp1T atau meningkat dari sebelumnya  sebesar Rp899,5M. Pendapatan bersih meningkat menjadi Rp6T dari sebelumnya Rp5,1T.

PT Modernland Realty (MDLN) meraih pendapatan 3Q14 sebesar Rp2,2T naik dibandingkan sebelumnya yang sebesar Rp1,4T. Laba usaha naik menjadi Rp910M dari sebelumnya sebesar Rp847M.Sedangkan beban naik menjadi Rp1T dari sebelumnya Rp321M.

PT Resources Alam Indonesia (KKGI) mengalami penurunan laba menjadi US$7,9 juta dibandingkan sebelumnya sebesar US$18 juta. Penjualan turun menjadi US$105,6 juta dari penjualan tahun sebelumnya yang sebesar US$152 juta. Beban pokok penjualan turun jadi US$87,6 juta dari sebelumnya US$107,3 juta.

Rekomendasi Saham 30 Oktober 2014

IHSG (5.074)
Range: 4.996 –5.110

—Indeks mengalami tehnikal rebound setelah tiga hari tertekan beturut-turut. Jika mampu break dan close di atas resist EMA50 di 5.080 maka berpeluang bullish reversal. Target resist selanjutnya di level 5.110, sementara support 4.996 kemudian 4.835.

ADRO (1.100)
Rekomendasi: Spec BUY

—Dengan volume tinggi, harga naik untuk tutup gap di 1.085. Stochastic netral sementara MACD negatif mengarah centre-line. Target harga tutup gap di level 1.140 kemudian 1.155. Support 1.080, cut loss jikaa break 1.040.

LPKR (1.060)
Rekomendasi: Sell On Strength

—Dengan volume di atas rata-rata, harga bertahan di atas support EMA50. Stochastic overbought sedangkan MACD positif. Target harga untuk jual di level 1.075 kemudian 1.090, sementara support 1.040.

PGAS (5.925)
Rekomendasi: Sell On Strength

—Dengan volume cukup besar, harga naik tinggi hingga break resist EMA50. Stochastic overbought serta overshoot di atas upper-band sehingga rawan profit taking. Target harga 6.000, sementara support 5.875.

Equity Update 29 Oktober 2014

Market Review

Dow Jones  tadi malam  naik 188 poin (1,1%) menjadi 17.006, pertama kalinya sejak 3 Oktober ditutup di atas level 17.000. S&P 500 naik 23 poin (1,2%) menjadi 1.985, Nasdaq Composite menguat 78 poin (1,8%)  menjadi 4.564. Investor memburu saham-saham energi, teknologi dan industri menjelang keputusan Federal Reserve terkait program stimulus.

Sementara kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 23 poin(-0,46%) ke posisi 5.001, sementara indeks LQ45 melemah 5 poin (-0,6%) ke posisi 847. Rilis laporan keuangan yang dibawah harapan menjadi trigger bagi investor untuk melepas saham seperti terjadi di TLKM. Investor asing masih melanjutkan aksi jual sehingga menekan indeks di bawah level psikologis 5.000.  Kekhawatiran terhadap kenaikan inflasi pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diperkirakan bakal naik per November mendatang masih cukup kuat. Rilis laporan keuangan yang begitu intensif namun dibawah harapan turut menjadi sentimen negatif bagi investor untuk profit taking.  Sentimen negatif lainya datang dari  adanya tuntutan serikat buruh yang meminta kenaikan UMP 2015 sebesar 22-30% yang bakal menekan emiten  padat karya. Saham lapis dua dan tiga cukup aktif bisa menandakan market bakal masuk fase bearish.

Indeks hari ini diperkirakan terjadi tehnikal rebound dengan support 4.985 sementara resist 5.075. Beberapa saham pilihan yakni: TLKM, WSKT, SMGR, MPPA dan PGAS.

News Highlights

PT XL Axiata (EXCL) menyiapkan capex sebesar Rp7T pada 2015 untuk meningkatkan kualitas jaringan. Tahun depan perseroan mempersiapkan layanan data dari 3G ke 4G, di mana setiap 1.000 BTS memerlukan investasi sebesar US$100 juta sedangkan saat ini telah memiliki 47.000 BTS.

PT OCBC NISP (NISP) membukukan kenaikan laba bersih 12% (yoy) menjadi Rp942M. Pendapatan bunga bersih naik 20% menjadi Rp2,7T, total aset naik menjadi Rp109T dari Rp88,5T. DPK mencatat pertumbuhan 26% menjadi Rp79,5T dari Rp63T.

PT AKR Corporindo (AKRA) hingga 3Q14 membukukan laba Rp579M atau tumbuh 9,25% (yoy). Penjualan dan pendapatan mengalami kenaikan menjadi Rp17T, sedangkan beban pokok tercatat mencapai Rp16T, meningkat dari sebelumnya sebesar Rp15,2T.

PT Mitra Pinasthika Mustika (MPMX) hingga 3Q14 membukukan laba Rp399M atau turun 2,9% (yoy). Pemicunya beban usaha yang meningkat mencapai Rp1T dari sebelumnya sebesar Rp831M.

Rekomendasi Saham 29 Oktober 2014

IHSG (5.001)
Range: 4.985 –5.075

—Indeks kembali melemah hingga break support EMA(5,10). MACD negatif. Stochastic keluar dari overbought sementara volume stabil. IHSG berpeluang tehnikal rebound dengan target 5.075. Sementara support 4.985 kemudian 4.955.

SMGR (15.575)
Rekomendasi: Sell On Strength

—Harga kembali break support EMA10. Stochastic overbought sedangkan MACD bertahan positif. Target koreksi di level 15.375 kemudian 15.100. Sementara resist 15.850.

TLKM (2.685)
Rekomendasi: Buy On Weakness

—Dibuka dengan gap-down harga break support EMA50 dengan volume yang tinggi. MACD negatif namun stochastic netral. Peluang melemah masih terbuka dengan target harga di level 2.605 sekaligus level entry. Sementara resist 2.720.

WSKT (935)
Rekomendasi: Spec SELL

—Stochastic overbought dan harga break support EMA5 meskipun volume di bawah EMA5. Target koreksi harga di level 900 sedangkan resist 950

Rekomendasi Saham 28 Oktober 2014

IHSG (5.024)
Range: 4.990 – 5.070

—Indeks break support EMA50 dengan stochastic overbought. Support EMA(10,20) juga tembus sehingga membuka peluang indeks kembali melemah dengan target support 4.990 sementara resist 5.070.

BBCA (13.175)
Rekomendasi: Spec SELL

—Harga turun tapi masih tertahan support EMA5. MACD bertahan positif. Dengan stochastic overbought jika break level 13.100 maka sebaiknya jual dengan target koreksi 12.850. Resist terdekat 13.350.

MLPL (960)
Rekomendasi: BUY

—Dengan volume rata-rata VMA5 harga mampu break resist EMA(5,10). Stochastic netral dan MACD positif. Target harga 1.000 kemudian 1.055. Support 945, cut loss jika break 925.

WIKA (2.895)
Rekomendasi: Sell On Strength

—Harga mampu rebound dari support EMA5 setelah tertekan. Namun dengan stochastic yang overbought maka rawan profit taking meskipun MACD positif. Target harga di level 2.900, sementara support 2.800.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 6.087 pengikut lainnya.