BOND UPDATE 20111014

Lima seri SUN dilelang Selasa mendatang

Pemesanan ORI008 sudah mencapai Rp 6,62 triliun

Bank Permata akan eksekusi opsi beli Obligasi Subordinasi I

Equity Update 22 Agustus 2014

Market Review

Dow Jones Kamis malam (21/8) ditutup naik 60 poin atau 0,4% ke 17.040, terutama atas rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang lebih baik dibandingkan dengan estimasi konsensus. Klaim pengangguran baru mingguan dirilis mencapai 298 ribu unit atau lebih baik dibandingkan estimasi konsensus sebesar 308 ribu unit, dan lebih baik dibandingkan angka minggu sebelumnya sebesar 312 ribu unit. Klaim pengangguran lanjutan mingguan AS mencapai 2,5 juta unit atau lebih baik dibandingkan estimasi konsensus 2,53 juta unit. Data perumahan existing home sales untuk bulan Juli 2014 dirilis mencapai 5,15 juta unit atau lebih baik dibandingkan estimasi konsensus sebesar 5 juta unit. Sementara itu, kemarin (21/8), pemodal menerima rilis data indeks manufaktur negara Cina untuk bulan Agustus 2014 yang mencapai 50,7 atau lebih buruk dibandingkan estimasi konsensus dan lebih buruk dibandingkan pencapaian bulan Juli 2014 sebesar 51,7.

Setelah enam jam membaca putusan setebal 300 halaman, MK akhirnya memutuskan untuk menolak gugatan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Sembilan hakim satu suara, tak satu pun menyatakan dissenting opinion. Keputusan yang mencerminkan harapan publikdan mendukung KPU untuk kemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla diperkirakan akan semakin menggairahkan investasi langsung maupun portofolio. (sumber: Investor Daily)

Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan porsi pembiayaan utang dalam negeri bisa lebih dominan tahun 2015, sebagai antisipasi kenaikan suku bunga bank sentral AS yang lebih cepat dari prediksi awal. Menkeu menyatakan, salah satu alternatif diversifikasi sumber pembiayaan yang dapat dilakukan pemerintah adalah mendorong dana milik BPJS ketenagakerjaan agar dilakukan investasi pada instrument obligasi atau surat berharga negara, atau dari dana haji. Sumber dari domestik memungkinkan Indonesia untuk tidak tergantung foreign holder. (sumber: Investor Daily)

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menyatakan asumsi nilai tukar rupiah BI sepanjang 2015 yang berada di kisaran Rp 11.800-Rp 12.000 sudah memperhitungkan kenaikan suku bunga the Fed tahun depan. BI memperkirakan the Fed akan menaikkan tingkat bunga pada semester II-2015, namun bisa dipercepat menjadi semester I-2015 jika ekonomi AS terus membaik. (sumber: Investor Daily).

IHSG hari ini (22/8) diperkirakan bergerak mixed cenderung menguat terbatas. Saham pilihan PTBA, KLBF, UNTR, BSDE.

(dang.maulida@ipc.co.id)

 

News Highlights

AKR Corporindo (AKRA) akan membagikan dividen interim sebesar Rp195,2 miliar. Angka dividen interim tahun buku 2014 itu setara dengan Rp50 per saham (dividend yield = 1%). Adapun cum dan ex dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 9 dan 10 September 2014 dan di pasar tunai pada 12 dan 15 September 2014 dengan DPS hingga 12 September 2014. Adapun dividen akan dilakukan pada 26 September 2014. Sepanjang semester I-2014, perseroan meraih kenaikan laba bersih 7,14% menjadi Rp375,96 miliar dibandingkan dengan laba bersih periode sama tahun sebelumnya Rp350,9 miliar. (Bisnis Indonesia)

BW Plantation (BWPT) mempersiapkan pembangunan pabrik pengolahan buah sawit dengan dana investasi lebih dari Rp100 juta. Perseroan menyatakan, pabrik kelima ditargetkan dapat beroperasi dengan kapasitas awal 45 ton. Jika investasi setiap 10 ton memerlukan US$2,5 juta maka kebutuhan dana investasi lebih dari Rp100 miliar. Saat ini, pembangunan tersebut sedang dalam tahap persiapan perizinan dan lokasi pabrik tetap di daerah perkebunan Kalimantan Tengah. Selanjutnya, pembangunan pabrik bertujuan mengimbangi pertumbuhan luasan pohon produktif yang dimiliki perseroan. Dari 88.000 ha lahan yang dimiliki semester I-2014, sebanyak 70.000 ha diantaranya sudah ditanami. (Bisnis Indonesia)

Multipolar (MLPL) sepanjang semester I-2014, mencatat laba bersih anjlok 91,64% menjadi Rp146,23 miliar dari Rp1,75 triliun pada semester I-2013. Padahal pada semester I-2014 perseroan berhasil meraup penjualan bersih senilai Rp7,83 triliun atau naik 18% dari penjualan pada periode yang sama tahun 2013 sebesar Rp6,63 triliun. Penurunan tersebut karena di luar penjualan bersih yang juga anjlok pada semester I-2014. Pendapatan lain perseroan menyusut 75,96% dari Rp1,75 triliun pada paruh pertama tahun lalu menjadi Rp280,09 miliar. Beban pokok penjualan dan beban usaha perseroan juga naik masing-masing Rp1 triliun dan Rp308,9 miliar. (Bisnis Indonesia)

 

 

Rekomendasi Saham 22 Agustus 2014

IHSG (5.206)
Range: 5.150 – 5.225


—Indeks naik dengan volume dan bertahan di jalur uptrend. Stochastic, RSI dan MACD masih positif. IHSG diperkirakan akan bergerak mixed cenderung menguat dengan support di 5.150 sementara resist di 5.225.

ASII (7.775)
Rekomendasi: Sell On Strength


—Volume masih tipis sementara harga juga relatif flat. MACD positif sedangkan stochastic netral. Target harga 7.850 kemudian 8.000. Support terdekat 7.700.

PGAS (5.950)
Rekomendasi: Spec BUY


—Harga naik dengan volume dan membentuk pola ascending triangle serta close di area upperband. Stochastic positif sementara RSI goldencross dan MACD berpotensi bullish crossover. Jika mampu break 5.950 maka berpeluang test resist 6.100. Support di 5.900, cut loss jika break & close dibawah 5.875.

TLKM (2.715)
Rekomendasi: Sell On Strength

—Meskipun masih uptrend namun harga terlihat flat dengan volume relatif tipis. MACD positif namun bearish crossover dan stochastic netral. Target harga 2.760 kemudian 2.800, sementara support terdekat 2.690.

Equity Update 21 Agustus 2014

Market Review

Dow Jones Rabu malam (20/8) ditutup naik 60 poin atau 0,4% ke 16.979, terutama atas rilis risalah rapat FOMC bank sentral Amerika Serikat (AS) pada tanggal 29-30 Juli 2014. Pemodal saham AS menanggapi isi risalah rapat adalah sesuai dengan ekspektasi. Sebagian anggota FOMC berpendapat bahwa masih diperlukan rilis data ekonomi AS lebih lanjut untuk menaikkan tingkat suku bunga FFR. Sementara itu, sebagian anggota FOMC berpendapat bahwa saat ini sudah menjadi kisaran waktu untuk mengakhiri QE dan mulai meningkatkan tingkat bunga. Intinya, risalah rapat kemarin (20/8) tidak memuat hal ekstrim yang mengejutkan pemodal pasar keuangan. Lebih jauh lagi, pelaksanaan pengurangan nilai QE berjalan sesuai ekspektasi pemodal sebesar USD 10 miliar per bulan yang akan berakhir pada Oktober 2014. Rapat FOMC berikut akan dilaksanakan pada 16-17 September 2014.

Pemodal saham AS saat ini mencermati berlangsungnya konperensi tahunan dunia, Jackson Hole ( 21 Agustus – 23 Agustus 2014) yang dihadiri oleh menteri keuangan dan ketua bank sentral yang diselenggarakan bank sentral AS, dimana pemodal kembali akan mencermati pidato ketua the Federal Reserve Janet Yellen yang dijadwalkan pada Jumat pagi (22/8) untuk mendapat arahan mengenai kebijakan moneter AS.

Pasar saham Asia dibuka positif pagi ini (21/8), dengan pemodal mencermati rilis data indeks manufaktur negara Cina untuk bulan Agustus 2014 versi HSBC. Sementara itu, indeks manufaktur versi pemerintah Cina untuk bulan Juli 2014 telah dirilis mencapai angka 51,7.

IHSG hari ini (21/8) diperkirakan bergerak mixed cenderung menguat terbatas. Saham pilihan PTBA, KLBF, UNTR, BSDE.

(dang.maulida@ipc.co.id)

 

News Highlights

Golden Energy (GEMS) pada semester I-2014 mencatat penjualan bersih senilai Rp2,61 triliun, meningkat 26,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp2,06 triliun. Namun, laba bersih perseroan tercatat turun sebesar 44,43% menjadi Rp46,9 miliar pada semester I-2014 dari Rp84,4 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan tersebut terjadi karena beban penjualan meningkat dari Rp161,6 mliar menjadi Rp539,43 miliar. Selain itu, rugi selisih kurs pada semester I-2014 mencapai Rp11,06 miliar juga turut menggerus laba bersih karena pada peiode yang sama tahun lalu perseroan berhasil mendulang untung dalam selisih kurs senilai Rp17,35 miliar. (Bisnis Indonesia)

Harum Energy (HRUM) menurunkan target laba produksi batubara di tingkatan 7,5-8 juta ton atau berkurang 30% dibandingkan dengan realisasi produksi akhir tahun lalu 11,5 juta ton. Perseroan menyatakan, penurunan produksi tersebut dalam rangka efisiensi dan karena supply batubara di pasar international berlebihan sehingga harga jual menjadi rendah. Selanjutnya, meskipun target produksi diturunkan, kinerja semester I-2014 positif dengan membukukan laba Rp200 miliar. (Bisnis Indonesia)

Metropolitan land (MTLA) menargetkan kontribusi pendapatan berkelanjutan (recurring income) perseroan dapat mencapai 50% pada 2016. Perseroan menyatakan, saat ini tengah menjaga pendapatan melalui bisnis hotel dan mal karena bisnis tersebut cenderung stabil lantaran daya beli masyarakat yang tinggi. Perseroan terjun ke bisnis hotel dengan membangun dua hotel di Lampung dan Cirebon. Selain itu, perseroan juga akan membangun mal di Cileungsi, Bogor, dan proyek mix used Metland West City di Puri Indah, Jakarta Barat. Pada 2016, jika mal sudah rampung dan hotel di Lampung sudah jadi, posisi recurring income perseroan bisa mencapai 50%. Tahun ini, perseroan memperkirakan recurring income dari pendapatan perusahaan bisa mencapai 35%. (Bisnis Indonesia

Waskita Karya (ATPK) tengah mengincar dana sebesar Rp5,7 triliun dari emisi obligasi dan pinjaman perbankan, yang akan digunakan untuk ekspansi usaha. Perseroan menyatakan, surat utang tersebut akan digunakan untuk pengembangan usaha dan penambahan modal kerja pada tahun 2014 dan 2015. Kebutuhan terbesar tahun ini adalah untuk pembangunan proyek jalan tol Pejagan – Pemalang sebesar Rp2,34 triliun. Dari perbankan perseroan memiliki plafon pinjaman sebesar senilai total Rp4 triliun yang saat ini perseroan baru menggunakan pinjaman sebesar Rp1,1 triliun. (Bisnis Indonesia)

 

Rekomendasi Saham 21 Agustus 2014

IHSG (5.190)
Range: 5.150 – 5.225


—Indeks naik dengan full white candle disertai stochastic yang goldencross di area overbought. RSI dan MACD masih positif. IHSG diperkirakan akan bergerak mixed cenderung menguat dengan support di 5.150 sementara resist di 5.225.

BBRI (11.025)
Rekomendasi: BUY


—Dengan volume yang meningkat, harga reversal diatas support EMA10. MACD berpeluang bullish crossover sedangkan stochastic oversold. Target harga 11.300 kemudian 11.600. Support terdekat 11.000, cut loss jika break 10.725.

KLBF (1.680)
Rekomendasi: BUY


—Dengan volume di atas VMA5, harga break resist EMA50 dan tutup dengan candle full white body. MACD berpeluang bullish crossover dan stochastic keluar dari oversold. Target harga tutup gap 1.710 kemudian 1.740, support 1.660 cut loss jika break 1.640.

ISSP (201)
Rekomendasi: Sell On Strength

—Harga naik dengan volume dan break upperband. Stochastic dan RSI mulai masuk area overbought sementara MACD masih positif. Potensi upside masih ada dengan resist di 210 kemudian 225 sementara support di 184 kemudian 173

Rekomendasi Saham 20 Agustus 2014

IHSG (5.165)

Range: 5.125 – 5.200


IHSG

—Indeks naik tipis namun dengan bearish candle dan belum keluar dari fase minor sideways meski major trend masih bullish. Stochastic berpotensi goldencross di area overbought sementara RSI masih positif dan MACD flat. IHSG diperkirakan akan bergerak mixed cenderung melemah dengan support di 5.125 sementara resist di 5.200.

BBNI (5.300)
Rekomendasi: Sell On Strength


—Dengan volume yang stabil, harga masih terus rally sehingga break resist upperband.MACD positif sedangkan stochastic overbought sehingga lebih baik profit taking dengan target harga 5.350 kemudian 5.500. Support terdekat 5.250.

INCO (3.900)
Rekomendasi: Spec SELL


—Dengan volume tipis, harga turun dibawah support EMA10 dan mendekati support EMA50. MACD bearish crossover dan stochastic keluar dari overbought. Target koreksi 3.820 kemudian 3.785, sedangkan resist 3.950.

CNKO (206)
Rekomendasi: Spec BUY


—Harga break out minor sideways menuju uptrend dengan volume meski tutup di luar area upperband. Stochastic berpeluang goldencross sementara RSI dan MACD positif. Jika mampu bertahan diatas support 198 maka berpotensi test resist 215 kemudian 227. Stoploss jika break & close dibawah 193.

Equity Update 20 Agustus 2014

Market Review

Dow Jones Selasa malam (19/8) ditutup naik 81 poin atau 0,5% ke 16.920, terutama atas rilis data perumahan Amerika Serikat (AS) yang lebih baik dibandingkan estimasi konsensus, dan data inflasi AS yang tidak melonjak yang sesuai dengan estimasi konsensus. Wall Street kemarin (19/8), menerima rilis data housing start untuk bulan Juli 2014 yang mencapai tingkat tahunan 1,1 juta ribu unit atau di atas estimasi konsensus sebesar 964 ribu unit. Selain itu, building permits untuk bulan Juli 2014 dirilis mencapai 1,05 juta unit atau lebih baik dibandingkan estimasi konsensus sebesar 1,0 juta unit. Dilain pihak, inflasi AS untuk bulan Juli 2014 mencapai 0,1% mom atau sesuai dengan estimasi konsensus sebesar 0,1% mom. Rilis data AS kemarin kembali meyakinkan pemodal mengenai pemulihan ekonomi AS yang sesuai dengan ekspektasi.

Kamis 21 Agustus 2014, Mahkamah Konstitusi akan memutuskan persetujuan atau penolakan atas kemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, dalam Pemilu 2014. Jika Jokowi-Kalla mendapat restu, mereka berjanji bergerak cepat dalam mewujudkan misi dan visinya, antara lain, dengan mengajukan revisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015. Rencananya APBN-P 2015 itu akan diajukan pada bulan Januari 2015. Saat ini, Tim Transisi Jokowi-JK sendang merancang revisi APBN 2015, dengan beberapa poin revisi, antara lain, sebagai berikut: (sumber: Kontan)

  • Anggaran subsidi sebesar Rp 433,51 triliun (subsidi BBM Rp 291,1 triliun, Listrik Rp 72,43 triliun, dan subsidi non energi Rp 69,97 triliun) dianggap terlalu besar, khususnya subsidi energi)
  • Harga BBM direncanakan dinaikkan sebelum RAPBN 2015 sah. Menteri Keuangan Chatib Basri pernah menyatakan penurunan subsidi BBM bisa diajukan tanpa mengajukan APBNP. DPR bisa  mengusulkan pengurangan subsidi BBM di pembahasan RAPBN 2015
  • Menyangkut asumsi makro,asumsi pertumbuhan ekonomi 2015 dinilai terlalu rendah.

aaa

IHSG hari ini (20/8) diperkirakan bergerak mixed cenderung menguat terbatas. Saham pilihan AALI, KLBF, UNTR, SMGR.

(dang.maulida@ipc.co.id)

 

News Highlights

ATPK Resources (ATPK) pada semester I-2014 meraup laba bersih senilai Rp41,2 miiliar. Melonjak dibandingkan dengan Rp531,05 juta pada periode yang sama tahun 2013. Hal tersebut membuat laba per saham dasar ikut meroket dari Rp0,58 per saham pada semester I-2013 menjadi Rp6,53 per saham. Selanjutnya, pendapatan bersih perseroan naik 22,15% menjadi Rp311,76 miliar dibandingkan dengan Rp255,2 miliar pada semester I-2013. Kenaikan pendapatan tersebut jauh lebih besar dibandingkan dengan beban pokok penjualan yang hanya naik Rp9,31 miliar. (Bisnis Indonesia)

Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) yang merupakan anak usaha PT Indofood Sukses Makmur Tbk, akan mengoperasikan pabrik air minum dalam kemasan pada akhir 2014 demi memperluas bisnis minuman non-alkohol. Indofood telah berkongsi dengan Asahi Group Holdings Southeast Asia Pte Ltd, Singapura, untuk memasuki bisnis minuman non-alkohol pada Juli 2012 untuk membangun perusahaan patungan di bisnis minuman non-alkohol. Keduanya ditaksir telah menggelontorkan investasi sekitar Rp2,54 triliun. Kabarnya, pabrik tersebut akan segera beroperasi pada akhir tahun 2014. (Bisnis Indonesia)

Petrosea (PTRO) mencatatkan penurunan kinerja selama semester I-2014 baik dari pendapatan maupun laba bersih. Pada periode tersebut, membukukan pendapatan sebesar US$169,1 juta atau turun 7% dari pendapatan pada periode yang sama tahun 2013 sebesar US$10,76 juta. Perseroan menyatakan, penurunan tersebut terjadi akibat penurunan produksi lapisan tanah penutup batubara alias overburden. Pada semester I-2013, produksi overburden sebesar 71,1 juta bank cubic meter (bcm), turun tipis menjadi 70,3 juta bcm pada semester I-2014. Produksi overburden pada semester I tahun ini setara dengan target 46,5% dari target produksi overburden perseroan sepanjang 2014, yaitu sebesar 151,1 juta bcm. Penurunan produksi overburden dipicu revisi rencana produksi perusahaan klien menyusul kondisi pasar batubara yang masih melemah. Alhasil, pendapatan dari jasa pertambangan pada semester I-2014 hanya US$2,08 per bcm atau turun US$0,17 dari periode yang sama tahun lalu. (Kontan)

Summarecon Agung (SMRA) mulai membebaskan lahan di Gedebage, Bandung. Lahan ini akan digunakan untuk proyek kota terpadu bernama Summarecon Bandung Gedebage. Perseroan menganggarkan dana sebesar Rp1 triliun untuk akuisisi lahan tersebut sebesar 300 ha. Dana akusisi tersebut berasal dari kas internal perseroan. Perseroan menyatakan, nilai pasar Summarecon Bandung Gedebage jika selesai dibangun bisa mencapai Rp30 triliun. Untuk tahap awal pembangungan, perseroan berencana untuk membangun dua klaster perumahan. Setelah itu, batulah masuk tahap pembangunan pusat perbelanjaan, area komersial, perkantoran dan apartemen. (Kontan)

Equity Update 19 Agustus 2014

Market Review

Dow Jones Senin malam (18/8) ditutup naik 176 poin atau 1,1% ke 16.839, terutama atas meredanya kekhawatiran pemodal saham Amerika Serikat (AS) terhadap perkembangan konflik antara Rusia dan Ukraina. Rilis berita terakhir bahwa ketegangan yang terjadi atas penyerangan terhadap bantuan kemanusiaan yang dikirim Rusia ke Ukraina telah diatasi. Selain itu, pemodal saham AS juga menanggapi positif berita bahwa tentara Irak, dengan bantuan serangan udara tentara AS,  sudah kembali menduduki Mosul Dam.

Peristiwa politik menjadi fokus pemodal pasar keuangan seiring dengan usainya rilis data ekonomi penting di AS dan Eropa untuk periode akhir kuartal II-2014. Di AS, rilis data ekonomi sampai akhir kuartal II-2014 memuaskan pemodal saham, dengan indeks DJIA sempat mencapai titik tertinggi dalam catatan pada 16 Juli 2014, di 17.138. Rilis data ekonomi AS memicu aksi beli saham di Wall Street, namun tertahan atas spekulasi bahwa likuiditas akan menjadi ketat atas prospek kenaikan tingkat suku bunga FFR yang diperkirakan akan lebih cepat dari jadwal semula. Di lain pihak, rilis data ekonomi negara-negara Eropa, sampai akhir kuartal II-2014, secara umum tidak sesuai dengan estimasi konsensus, atau masih mengindikasikan pelemahan pertumbuhan ekonomi di negara-negara Eropa.

Dengan situasi ekonomi AS dan Eropa seperti saat ini, pemodal pasar keuangan mencermati langkah bank sentral AS selanjutnya. Estimasi konsensus saat ini adalah bahwa tingkat bunga FFR akan dinaikkan mulai awal 2015 dari saat ini 0,25% menjadi 0,5%-1,0% d akhir 2015 dan akan mencapai 2,0%-2,25% di akhir 2016. Tanggapan jangka pendek yang terjadi di pasar keuangan, jika kenaikan FFR lebih awal atau jika sesuai dengan jadwal, adalah dana dari pasar saham akan mengalir ke luar ke pasar pendapatan tetap. Pada saat kenaikan tingkat bunga terjadi, investasi pada pendapatan tetap menjadi lebih menarik atas harga obligasi yang tertekan dan potensi penurunan imbal hasil dalam jangka menengah. Rapat FOMC bank sentral AS berikutnya dijadwalkan pada 16-17 September 2014.

IHSG hari ini (19/8) diperkirakan bergerak cenderung menguat. Saham pilihan KLBF, UNTR, SMGR, BSDE.

(dang.maulida@ipc.co.id)

 

News Highlights

Astra Agro Lestari (AALI) pada semester I-2014 mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 45,7% menjadi Rp8,01 triliun dibandingkan dengan Rp5,5 triliun pada periode yang sama 2013. Laba bersih melonjak 91% menjadi Rp1,37 triliun dibandingkan dengan sebelumnya sebesar Rp720 miliar. Kinerja yang baik tersebut ditopang oleh kenaikan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sebesar 31,5%. Berdasarkan consensus Bloomberg, penjualan perseroan sepanjang tahun ini diprediksi mencapai Rp15,84 triliun, dengan laba bersih sebelum biaya luar biasa Rp2,8 triliun. (Bisnis Indonesia)

Bumi Serpong Damai (BSDE) mendulang nilai prapenjualan (marketing sales) per Juli 2014 sebesar Rp3 triliun atau 50% dari target marketing sales tahun 2014 sebesar Rp6 triliun. Perseroan menyatakan, kontribusi terbesar berasal dari BSD City. Perseroan menargetkan pendapatan pada 2014 sebesar Rp5,7 triliun-Rp5,9 triliun. Apabila terealisasi, pendapatan perseroan akan naik 2,79% dibandingkan dengan pendapatan pada tahun 2013 sebesar Rp5,74 triliun. Laju pertumbuhan pendapatan tahun ini akan melambat dari pertumbuhan pendapatan usaha pada 2013 sebesar 53,89%. (Bisnis Indonesia)

Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) tengah mencari pinjaman sebesar Rp2,1 triliun yang akan digunakan untuk menyelesaikan pembangunan ruas jalan tol Depok-Antasari. Perseroan menyatakan, pinjaman tersebut akan diperoleh dari Bank BRI atau bisa juga berupa pinjaman sindikasi. Perseroan mencari pinjaman lewat bank, karena perseroan tidak dapat merealisasikan penerbitan obligasi sebanyak Rp2,3 triliun pada 2014. Perseroan tetap akan menerbitkan obligasi pada 2015 yang saat ini dalam tahap pengkajian ulang. (Kontan)

Mitra Adiperkasa (MAPI) memprediksi pertumbuhan pendapatan bersih tahun ini tidak sekencang pertumbuhan pada 2013, dengan laba bersih yang diperkirakan turun. Pendapatan bersih pada tahun 2014 diperkirakan tumbuh 20% dibandingkan dengan perolehan pada tahun 2013 Rp9,73 triliun, melambat sebesar 28,2% pada 2013 dari posisi Rp7,59 triliun pada 2012. Sepanjang semester I-2014, perseroan telah mendulang pendapaatan bersih sebesar Rp5,5 triliun. Adapun laba bersih pada 2014 diperkirakan turun dibandingkan dengan Rp327,8 miliar pada tahun 2013. Melanjutkan penurunan yang terjadi pada tahun lalu sebesar 24,3% dibandingkan dengan Rp432,8 miliar pada 2012. Penurunan tersebut diakibatkan meningkatnya komponen biaya, seperti biaya rental gerai, biaya gaji pegawai, dan depresiasi nilai rupiah terhadap dolar AS. Hal tersebut yang membuat perseroan memperlambat laju ekspansi, serta mendivestasikan masing-masing sebesar 51% dari Burger King dan Domino’s Pizza. (Bisnis Indonesia)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 6.087 pengikut lainnya.