BOND UPDATE 20111014

Lima seri SUN dilelang Selasa mendatang

Pemesanan ORI008 sudah mencapai Rp 6,62 triliun

Bank Permata akan eksekusi opsi beli Obligasi Subordinasi I

EQUITY UPDATE 25 JULI 2014

Market Review

Dow Jones Kamis malam (24/7) ditutup turun 3 poin ke 17.084, terutama ditopang oleh kinerja kuartal II-2014 emiten Amerika Serikat (AS) yang dirilis lebih baik dibandingkan estimasi konsensus. Selain itu, rilis data tenaga kerja mingguan AS yang lebih baik dibandingkan estimasi juga menopang indeks DJIA dari aksi jual lebih lanjut. Indikator bahwa pasar tenaga kerja AS terus membaik sempat memicu aksi beli DJIA ke tingkat tertinggi kemarin (24/7) pada level 17.119. Wall Street kemarin menerima rilis data klaim pengangguran baru mingguan yang mencapai 284 ribu unit, atau lebih baik dibandingkan estimasi konsensus 308 ribu unit. Klaim pengangguran lanjutan mencapai 2,5 juta unit atau sekitar sama dengan estimasi konsensus sebesar 2,53 juta unit.

Sementara itu, pasar saham Jepang dibuka menguat pagi ini, masih diliputi sentimen positif dari rilis indeks aktivitas manufaktur negara Cina untuk bulan Juli 2014 versi HSBC kemarin yang mencapai angka 52, lebih tinggi dibandingkan estimasi konsensus sebesar 51, dan lebih tinggi dibandingkan pencapaian bulan Juni 2014 sebesar 50,7. Indeks PMI negara Cina untuk bulan Juli 2014, pada angka 52, mencerminkan tingkat tertinggi sejak Januari 2013. Pemerintah Cina meluncurkan paket stimulus ekonomi mini pada awal April 2014, yang ditujukan untuk menopang pertumbuhan ekonomi tahun ini, yang diperkirakan mencapai kisaran 7,5% yoy. Termasuk dalam paket stimulus tersebut adalah tambahan belanja untuk pembangungan rel kereta api, untuk konstruksi perumahan kelas penghasilan rendah, dan pemotongan pajak bagi kelompok usaha menengah kecil.

IHSG hari ini (25/7) diperkirakan bergerak mixed cenderung menguat terbatas. Saham pilihan PTBA, UNTR, AALI, TLKM.

(dang.maulida@ipc.co.id)

News Highlights

Lippo Cikarang (LPCK) merilis laporan keuangan untuk periode yang berakhir 30 Juni 2014 dengan pendapatan Rp 850,3 miliar atau naik sebesar 52,7% dibandingkan pencapaian periode yang sama tahun 2013 sebesar Rp 556, 73 miliar. Laba bruto selama semester I-2014 tumbuh sebesar 45,6% menjadi Rp 507,8 miliar dibandingkan dengan Rp 348.9 miliar semester I-2013. Sementara itu, marjin laba kotor pada selama semester I-2014 mencapai 59,7% atau lebih rendah dibandingkan dengan periode sama tahun 2013 sebesar 62,7%. Laba usaha perseroan, selama semester I-2014 mencapai Rp 446,32 miliar atau naik sebesar 47,4% dibandingkan periode sama tahun 2013 sebesar Rp 302,8 miliar. Pertumbuhan pendapatan selama semester I-2014 menghasilkan pertumbuhan laba bersih sebesar 42,9% menjadi Rp 403,4 miliar dibandingkan dengan Rp 282.3 miliar pada periode sama tahun lalu. Marjin laba bersih selama semester I-2014 mencapai 47,4% dibandingkan dengan 50,7% pada periode sama tahun lalu. (Kontan)

United Tractor (UNTR) merilis kinerja semester I-2014 dengan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 27,53 triliun atau naik 11% dibandingkan dengan Rp 24,9 triliun pada periode sama tahun 2013. Secara umum, kinerja UNTR ditopang oleh pelemahan mata uang Rupiah terhadap dolar AS yang, pada posisi akhir Juni 2014 (Rp 11.969 per dolar AS) melemah sebesar 21% dibandingkan dengan posisi akhir Juni 2013 (Rp 9.929 per dolar AS). Laba kotor selama semester I-2014 naik sebesar 34% menjadi Rp 5,7 triliun dibandingkan dengan Rp 4,3 triliun selama semester I-2013. Pertumbuhan laba kotor menghasilkan peningkatan marjin laba kotor selama semester I-2014 menjadi 20,8% dibandingkan dengan 17,3% pada periode sama tahun 2013. Sementara itu, laba periode berjalan selama semester I-2014 naik sebesar 41% menjadi Rp 3,3 triliun dibandignkan dengan Rp 2,3 triliun pada periode sama tahun 2013. Pada gilirannya, laba bersih selama semester I-2014 meningkat sebesar 42% menjadi Rp 3,3 triliun dibandingkan dengan Rp 2,3 triliun pada semester I-2013. (Info Memo)

Astra International (ASII), pada semester I-2014, membukukan laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp9,6 triliun, naik 10,9% dibandingkan dengan Rp8,65 triliun pada paruh waktu pertama tahun lalu. Pada semester I-2013, perolehan laba bersih ASII tercatat turun 6,2% dibandingkan dengan pencapaian laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada 2012 sebesar Rp9,23 triliun. Demikian juga halnya perolehan pendapatan emiten tersebut pada paruh waktu pertama tahun lalu yang turun 1,71% menjadi Rp94,28 triliun dibandingkan dengan Rp95,92 triliun pada semester I-2014. Perseroan menyatakan, kinerja hingga akhir tahun diperkirakan masih baik, meskipun setiap unit bisnis memiliki tantangan, seperti bisnis mobil yang masih menghadapai kompetisi tinggi tahun ini. Grup Astra fokus pada enam lini bisnis inti yaitu divisi otomotif, jasa keuangan, alat berat dan pertambangan, agribisnis, infrastruktur dan logistik, serta teknologi informasi. Laba bersih divisi otomotif turun 9% menjadi Rp4 triliun. Turunnya laba ini disebabkan perang diskon yang masih berlanjut di pasar mobil, meski sebenarnya permintaan kendaraan bermotor tetap baik pada semester I-2014. Total penjualan mobil nasionalnya selama semester I-2014 sebenarnya naik 7% menjadi 642.000 unit. Penjualan mobil Grup Astra (Toyota, Daihatsu, Isuzu, UD Trucks, dan Peugeot) naik 4% menjadi 334.000 unit, dengan pangsa pasar yang turun dari 53% menjadi 52%. Sementara itu, penjualan sepeda motor nasional naik 7% menjadi 4,2 juta unit. Penjualan sepeda motor Honda keluaran PT Astra Honda Motor naik 11% menjadi 2,6 juta unit, dengan peningkatan pangsa pasar dari 60% menjadi 62%. (Bisnis Indonesia)

Ace Hardware Indonesia (ACES) telah mengeluarkan laporan keuangan (belum audit) dengan penjualan pada semester I-2014 sebesar Rp2,2 triliun, tumbuh 21,6% dibandingkan dengan pendapatan pada semester I-2013 sebesar Rp1,8 triliun. Laba kotor pada semester I-2014 tercatat sebesar Rp1,1 triliun, meningkat 22,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp861 miliar. Marjin laba kotor perseroan pada semester I-2014 naik menjadi 48,7% dari 48,2% pada semester I-2013. Sementara itu, laba sebelum pajak perseroan naik 34,6% menjadi Rp302 miliar pada semester I-2014 dari Rp224 miliar pada semester I-2013. Laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp246 miliar, naik 32,5% dibandingkan dengan laba bersih tahun sebelumnya sebesar Rp185 miliar. Marjin laba bersih perseroan naik menjadi 11,3% pada semester I-2014 dari 10,4% pada semester I-2013. (Bisnis Indonesia)

Ultrajaya Milk Industry & Trading Company (ULTJ) telah merilis laporan keuangan (belum audit) dengan penjualan pada semester I-2014 sebesar Rp1,9 triliun, tumbuh 12,7% dibandingkan dengan pendapatan pada semester I-2013 sebesar Rp1,7 triliun. Laba kotor pada semester I-2014 tercatat sebesar Rp430 miliar, turun 20,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp539 miliar. Marjin laba kotor perseroan pada semester I-2014 berkurang menjadi 22,6% dari 31,9% pada semester I-2013. Sementara itu, laba sebelum pajak perseroan anjlok 44,5% menjadi Rp163 miliar pada semester I-2014 dari Rp294 miliar pada semester I-2013. Laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp125 miliar, jatuh 43,3% dibandingkan dengan laba bersih tahun sebelumnya sebesar Rp220 miliar. Marjin laba bersih perseroan turun menjadi 6,5% pada semester I-2014 dari 13% pada semester I-2013. (Bisnis Indonesia)

Rekomendasi Saham 25 Juli 2014

IHSG (5.099)
Range: 5.050 – 5.145


—Day to day naik tipis namun dengan candle merah dan terlihat masih dalam fase minor sideways. Stochastic, RSI dan MACD flat.
IHSG diperkirakan melemah dengan support di 5.050 sementara resist di 5.145.

TINS (1.410)
Rekomendasi: Spec BUY


—Harga naik dengan volume dan close di upperband dengan MA(5,20) goldencross. Stochastic, RSI dan MACD positif.
Jika mampu break 1.415 maka berpeluang test resist 1.450 kemudian 1.510. Stoploss jika break & close dibawah support 1.370.

ANTM (1.265)
Rekomendasi: Sell On Strength


harga yang cukup tinggi hingga jauh di atas upperband. MACD positif sementara stochatic overbought.
Target harga 1.300 kemudian 1.340.

SSMS (1.260)
Rekomendasi: BUY


—Meskipun volume masih tipis namun harga naik tajam dan mampu break EMA50. MACD bullish crossover sementara stochastic keluar dari oversold.
Target harga 1.285 kemudian 1.300, cut loss jika break & closed di bawah 1.230.

Equity Update 24 Juli 2014

Market Review

Dow Jones Rabu malam (23/7) ditutup turun 27 poin atau 0,2%, terutama atas aksi ambil untung umum. Dua indeks lainnya, yaitu S&P 500 dan Nasdaq, ditutup menguat, masing-masing sebesar 0,2% dan 0,4%. Wall Street secara umum kemarin (23/7) diliputi sentimen positif atas rilis kinerja emiten Amerika Serikat (AS) yang di atas estimasi konsensus, misalnya dari emiten Boeing Co dan Apple Inc. Sementara itu, pasar saham Jepang pagi ini dibuka menguat dengan pemodal waspada mencermati rilis data indeks PMI negara Cina untuk bulan Juli 2014 dari HSBC. Estimasi konsensus untuk indeks PMI ini mencapai 51, atau lebih tinggi dibandingkan pencapaian bulan Juni 2014 sebesar 50,7.

IHSG hari ini (24/7) diperkirakan bergerak mixed cenderung menguat terbatas. Saham pilihan UNVR, KLBF, SMGR, BSDE.

(dang.maulida@ipc.co.id)

 

 

News Highlights

Telekomunikasi Indonesia (TLKM) mencatatkan pendapatan Rp 43,54 triliun selama semester I-2014, atau naik sebesar 8,4% dibandingkan periode sama tahun 2013. Laba usaha selama semester I-2014 mengalami kenaikan sebesar 2,5% mencapai Rp 14,2 triliun. Marjin laba operasi pada semester I-2014 turun menjadi 32,6% dibandingkan 34,5% pada semester I-2013. Laba bersih TLKM selama semester I-2014 mengalami kenaikan sebesar 4% menjadi Rp 7,4 triliun dibandingkan dengan Rp 7,1% pada semester I-2013. Di lain pihak, EBITDA selama semester I-2014 mengalami kenaikan sebesar 9,1% menjadi Rp 22,3 triliun dibandingkan dengan semester I-2013. Marjin EBITDA selama semester I-2014 mencapai 51,3% atau sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan marjin EBITDA selama semester I-2013 sebesar 51%. Rasio utang bersih terhadap modal TLKM selama pada akhir Juni 2014 turun menjadi 2,3% dibandingkan pada posisi 8,5% pada akhir Juni 2013. Total utang per akhir Juni 2014 mncapai Rp 18,9 triliun atau naik sebesar 14,3% dibanidngkan dengan posisi akhir Juni 2013 sebesar Rp 16,6 triliun. Per Juni 2014, utang dalam mata uang rupiah mencapai Rp 15,14 triliun, sedangkan utang dalam mata uang dolar Amerika Serikat sebesar Rp 2,8 triliun, dan dalan mata uang Jepang Rp 0,95 triliun. (Info Memo)

Kimia Farma (KAEF), selama semester I-2014, mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 1,9 triliun atau mengalami kenaikan sebesar 9% dibandingkan periode sama tahun lalu. Selama semester I-2014, laba kotor tumbuh sebesar 11,4% menjadi Rp 555 miliar dibandingkan Rp 498 miliar pada semester I-2013. Marjin laba kotor selama semester I-2014 mencapai 29,2% dibandingkan 28,6% selama semester I-2013. Sementara itu, selama semester I-2014, laba usaha tumbuh sebesar 66,3% menjadi Rp 98,9 miliar dibandingkan Rp 59,5 miliar pada semester I-2013. Pertumbuhan laba usaha mengakibatkan kenaikan marjin laba operasi selama semester I-2014 menjadi 5,2% dibandingkan 3,4% pada semester I-2013. Selama semester I-2014, KAEF mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 65% menjadi Rp 70,6 miliar dibandingkan dengan Rp 42,7 miliar pada semester I-2013. (Bisnis Indonesia)

Mandom Indonesia (TCID) , selama semester I-2014, mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 1,2 triliun atau naik sebesar 19% dibandingkan dengan semester I-2013 sebesar Rp 989,2 miliar. Selama semester I-2014, laba kotor naik sebesar 30% menjadi Rp 445,7 miliar dibandingkan dengan semester I-2013 sebesar Rp 342,7 miliar. Marjin laba kotor selama semester I-2014 meningkat menjadi 37,8% dibandingkand 34,6% selama semester I-2013. Di lain pihak, laba usaha selama semester I-2014 meningkatn sebesar 28,5% menjadi Rp 132,6 miliar dibandingkan Rp 103,2 miliar selama semester I-2013. Laba periode berjalan selama semester I-2014 mencapai Rp 94,4 miliar, atau naik sebesar 20,9% dibandingkan dengan semester I-2013 sebesar Rp 78,1 miliar. Marjin laba bersih selama semester I-2014 mencapai 8,0% dibandingkan dengan 7,9% pada periode sama tahun lalu. (Bisnis Indonesia)

Astra Agro Lestari (AALI) telah merilis laporan keuangan (belum audit) dengan penjualan pada semester I-2014 sebesar Rp8 triliun, tumbuh 46% dibandingkan dengan pendapatan pada semester I-2013 sebesar Rp5,5 triliun. Laba kotor pada semester I-2014 tercatat sebesar Rp2,5 triliun, meningkat 71% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,5 triliun. Marjin laba kotor perseroan pada semester I-2014 naik menjadi 31% dari 27% pada semester I-2013. Sementara itu, laba sebelum pajak perseroan naik 112% menjadi  Rp2 triliun pada semester I-2014 dari Rp946 miliar pada semester I-2013. Laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp1,37 triliun, naik 91% dibandingkan dengan laba bersih tahun sebelumnya sebesar Rp717 miliar. Marjin laba bersih perseroan naik menjadi 17% pada semester I-2014 dari 13% pada semester I-2013. (Bisnis Indonesia)

PP (PTPP) telah mengeluarkan laporan keuangan (belum audit) dengan penjualan pada semester I-2014 sebesar Rp4,6 triliun, naik 10% dibandingkan dengan pendapatan pada semester I-2013 sebesar Rp4,2 triliun. Laba kotor pada semester I-2014 tercatat sebesar Rp537 miliar, meningkat 32% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp408 miliar. Marjin laba kotor perseroan pada semester I-2014 naik menjadi 12% dari 10% pada semester I-2013. Sementara itu, laba sebelum pajak perseroan tumbuh 9% menjadi  Rp292 miliar pada semester I-2014 dari Rp269 miliar pada semester I-2013. Laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp147 miliar, meningkat 2% dibandingkan dengan laba bersih tahun sebelumnya sebesar Rp717 miliar. Marjin laba bersih perseroan turun tipis menjadi 3,2% pada semester I-2014 dari 3,4% pada semester I-2013. (Investor Daily)

Pakuwon Jati (PWON) telah merilis laporan keuangan (belum audit) dengan penjualan pada semester I-2014 sebesar Rp1,9 triliun, naik 16% dibandingkan dengan pendapatan pada semester I-2013 sebesar Rp1,6 triliun. Laba kotor pada semester I-2014 tercatat sebesar Rp1,16 triliun, meningkat 23% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp945 miliar. Marjin laba kotor perseroan pada semester I-2014 naik menjadi 98,3% dari 58,2% pada semester I-2013. Sementara itu, laba sebelum pajak perseroan tumbuh 34% menjadi  Rp1,04 triliun pada semester I-2014 dari Rp774 miliar pada semester I-2013. Laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp906 miliar, meningkat 36% dibandingkan dengan laba bersih tahun sebelumnya sebesar Rp666 miliar. Marjin laba bersih perseroan naik tipis menjadi 48,2% pada semester I-2014 dari 41% pada semester I-2013. (Investor Daily)

Rekomendasi Saham 24 Juli 2014

IHSG (5.093)
Range: 5.050 – 5.145


—Day to day naik namun intraday turun dengan uppershadow dan terlihat mencoba test MA10. Stochastic dan RSI flat sementara MACD positif. IHSG diperkirakan melemah dengan support di 5.050 sementara resist di 5.145.

KLBF (1.760)
Rekomendasi: Buy On Weakness


—Harga masih bergerak pada bullish channel namun kenaikan harga tidak didukung volume meski stochastic dan RSI goldencross sementara MACD masih positif. Support dan entry level mulai dari 1.740-1.710 sementara resist di 1.800. Stoploss jika break & close dibawah 1.700.

LSIP (2.010)
Rekomendasi: Spec BUY


—Volume masih tipis sementara stochatic oversold. MACD juga negatif sehingga belum ada sinyal reversal yang kuat. Target harga 2.100 kemudian 2.160, cut loss jika break & closed di bawah 1.960

AALI (26.000)
Rekomendasi: Spec BUY


—Volume masih tipis sementara stochatic oversold. MACD juga negatif sehingga belum ada sinyal reversal yang kuat. Target harga 26.650 kemudian 27.000, cut loss jika break & closed di bawah 25.500.

Equity update 23 Juli 2014

Market Review

Dow Jones Selasa malam (22/7) ditutup naik 62 poin atau 0,4% ke 17.114, terutama atas rilis kinerja emiten Amerika Serikat (AS) untuk kuartal II-2014 yang di atas estimasi konsensus. Data rilis kinerja juga ditopang oleh rilis data perumahan AS untuk bulan Juni 2014 dimana angka penjualan rumah lama AS mencapai 5,04 juta unit per tahun atau lebih baik dibandingkan estmasi konsensus sebesar 5 juta unit. Indeks harga perumahan FHFA Housing Price Index untuk bulan Mei 2014 naik 0,4% atau lebih tinggi dibandingkan kenaikan pada bulan sebelumnya sebesar 0,1%. Tingkat inflasi AS untuk bulan Juni 2014 dirilis mencapai 0,3% mom atau 2,1% yoy, sesuai dengan estimasi konsensus. Pasar saham Asia menanggapi positif rilis kinerja dan data ekonomi AS, pagi ini (23/7).

IHSG hari ini (23/7) diperkirakan bergerak mixed cenderung menguat terbatas. Saham pilihan ASII, WIKA, SMGR, TLKM.

(dang.maulida@ipc.co.id)

News Highlights

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) membukukan laba bersih Rp 11,72 triliun pada semester I-2014, tumbuh 17,11% dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai Rp 10,01 triliun. Peningkatan laba tersebut ditopang pertumbuhan kredit sebesar 17,19% dan kenaikan marjin bunga bersih (net interest margin / NIM) dari 8,08% menjadi 8,93%. Perseroan menyatakan, peningkatan NIM dan laba bersih perseroan antara lain didorong pertumbuhan kredit mikro yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit BBRI secara keseluruhan. Pada semester I-2014, kredit mikro BBRI tumbuh 18,1% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 144,2 triliun. Adapun penyaluran kredit BBRI secara keseluruhan mencapai Rp 459,14 triliun, tumbuh 17,19%. Perseroan menyatakan, faktor yang menopang peningkatan NIM antara lain loan to deposit ratio (LDR) yang tinggi pada semester I-2014, mencapai 94%. BRI telah melakukan penyesuaian pada seluruh segmen bunga kredit berkisar 50-150 basis poin, kecuali terhadap suku bunga kredit mikro. Dari sisi pendanaan, total dana pihak ketiga (DPK) BBRI mencapai Rp 488,45 triliun, tumubh 11,27% dibandingkan periode sama tahun lalu. DPK perseroan terutama dikontribusi sumber dana murah (CASA) sebesar 57,3%, atau lebih rendah dibandingkan porsi selama semester I-2013 yang mencapai 58,66%. Biaya dana perseroan, selama semester I-2014, naik menjadi 4,08% dibandingkan 3,55% selama semester I-2013. (Investor Daily)

Jasa Marga (JSMR) menyiapkan pendanaan sebesar Rp 6 triliun untuk pembangunan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi yang menjadi porsi swasta sepanjang 42,2 kilometer. Adapun jalan tol ini sebagian dikerjakan oleh pemerintah sepanjang 17,8 km. Perseroan menyatakan, akan menjajaki sejumlah perbankan nasional untuk membiayai pembangunan jalan bebas hambatan tersebut. Adapun dana yang dihimpun dari perbankan diharapkan sebesar Rp 4,2 triliun, atau sekitar 70% dari total investasi Rp 6 triliun. Perseroan akan menyiapkan sekitar 30% dari kas internal. Pembangunan proyek jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi saat ini masih dalam tahap negosiasi. Negosiasi pengusahaan jalan tol ini ditargetkan dapat diselesaikan pada akhir bulan ini. Setelah proses ini selesai, Kementerian Pekerjaan Umum segera menetapkan pemenang tender operator ini. (Investor Daily)

Sampoerna Agro (SGRO) telah merilis laporan keuangan (belum audit) dengan penjualan pada semester I-2014 sebesar Rp1,45 triliun, tumbuh 44% dibandingkan dengan pendapatan pada semester I-2013 sebesar Rp1,01 triliun. Laba kotor pada semester I-2014 tercatat sebesar Rp448 miliar, meningkat 149% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp180 miliar. Marjin laba kotor perseroan pada semester I-2014 naik menjadi 31% dari 18% pada semester I-2013. Sementara itu, laba sebelum pajak perseroan naik 632% menjadi Rp273 miliar pada semester I-2014 dari Rp37 miliar pada semester I-2013. Laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp186 miliar, naik 494% dibandingkan dengan laba bersih tahun sebelumnya sebesar Rp27 miliar. Marjin laba bersih perseroan naik menjadi 12,8% pada semester I-2014 dari 2,6% pada semester I-2013. (Bisnis Indonesia)

Sido Muncul (SIDO) telah merilis laporan keuangan (belum audit) dengan penjualan sebesar Rp1,12 triliun pada semester I-2014, terkikis 2% dibandingkan dengan pendapatan pada semester I-2013 sebesar Rp1,14 triliun. Laba kotor pada semester I-2014 tercatat sebesar Rp392 miliar, turun 13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp448 miliar. Marjin laba kotor perseroan pada semester I-2014 berkurang menjadi 35% dari 39% pada semester I-2013. Namun, laba sebelum pajak perseroan tumbuh 83% menjadi Rp421 miliar pada semester I-2014 dari Rp230 miliar pada semester I-2013. Laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp325 miliar, naik 87% dibandingkan dengan laba bersih tahun sebelumnya sebesar Rp174 miliar. Marjin laba bersih perseroan naik menjadi 29% pada semester I-2014 dari 15% pada semester I-2013. (Bisnis Indonesia)

Wijaya Karya Beton (WTON) selama semester I-2014 menunjukan pertumbuhan laba bersih sebesar 24,06% menjadi Rp169,27 miliar dari Rp136,44 miliar pada semester I-2013. Kenaikan tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan usaha sebesar 13,48% dari Rp1,47 triliun pada semester I-2013 menjadi Rp1,67 triliun pada semester I-2014. Selain itu, laba usaha pun tumbuh 18,9% menjadi Rp221,5 miliar dari Rp186,3 miliar. Pertumbuhan terjadi di tengah melonjaknya beban usaha perseroan dari Rp19,2 miliar menjadi Rp35,9 miliar. Selain itu, perseroan mendapatkan keuntungan dari berkurangnya selisih kurs hingga 47,6% sebesar Rp2,33 miliar per 30 Juni 2014.

Rekomedasi Saham 23 Juli 2014

IHSG (5.084)
Range: 5.050 – 5.145


—Sempat turun dibawah MA10 dan tutup gap di 5.101, indeks akhirnya rebound dan close diatas MA5-nya. Stochastic, RSI dan MACD flat.
IHSG diperkirakan menguat dengan support di 5.050 sementara resist di 5.145.

WIKA (2.765)
Rekomendasi: BUY


—Sempat turun dan tutup gap di 2.670, harga akhirnya rebound dan close diatas MA5-nya. Stochastic dan RSI flat sementara MACD masih positif.
Target resist di 2.860 sementara support di 2.650.

ADHI (3.305)
Rekomendasi: BUY


—Dengan volume yang tinggi, harga sempat turun tajam untuk tutup gap di 3.270 namun berhasil rebound di atas support EMA5. MACD positif sedangkan stochatic overbought.
Target harga 3.500, cut loss jika break & closed di bawah 3.230.

BBCA (11.675)
Rekomendasi: BUY


—Harga bertahan di atas support EMA5 di level 11.625 meskipun volume tipis. MACD positif sementara stochastic overbought.
Target harga 11.800 kemudian 12.000, cut loss jika break 11.525.

Equity Update 22 Juli 2014

Market Review

Dow Jones Senin malam (21/7) ditutup turun 48 poin atau 0,3% ke 17.052. Wall Street tidak menerima rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) kemarin (21/7). Aksi jual yang juga terjadi pada indeks S&P 500 dan Nasdaq masih dipicu oleh sentimen negatif yang meliputi peristiwa perang saat ini di jalur Gaza dan penembakan pesawat MH17 di Ukraina pada Kamis minggu lalu (17/7). Pemodal saham AS masih mencermati perkembangan yang terjadi pada dua peristiwa tersebut. Di lain pihak, pasar saham Jepang dibuka menguat setelah kemarin tutup libur nasional.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, sejak awal tahun hingga kemarin (21/7), dana baru milik asing yang masuk ke pasar saham Indonesia mencapai Rp 56,1 triliun. Pencapaian ini kontras dengan pencapaian selama 2013 yang mencatatkan dana asing keluar bersih sebesar Rp 20,6 triliun. Dana asing yang tertanam di obligasi negara juga melejit. Per Januari 2014, dana asing di obligasi negara senilai Rp 328,65 triliun atau setara 32,4% dari total nilai obligasi negara. Per 17 Juli 2014, nilainya bertambah menjadi Rp 405,39 triliun atau 35,63% dari total obligasi negara. Banjir dana asing juga terus mengangkat rupiah. Berdasarkan kurs tengah BI, kemarin, rupiah menguat menjadi Rp 11.577 per dollar AS dibandingkan Rp 11.706 Jumat pekan lalu. Selain kinerja ekonomi Indonesia yang sesuai dengan perkiraan, pemilu legislatif Indonesia pada April 2014 dan pemilu presiden pada Juli 2014 yang dilaksanakan dengan lancar, merupakan faktor internal yang menarik arus dana asing ke pasar keuangan Indonesia. (sumber: Kontan)

IHSG hari ini (22/7) diperkirakan bergerak mixedcenderung menguat terbatas. Saham pilihan KLBF, BSDE, UNTR, PTBA. (dang.maulida@ipc.co.id)

 

News Highlights

Bali Towerindo Sentra (BALI) melalui anak usahanya yaitu PT Paramitra Intimega, menggandeng anak usaha PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk menyediakan serat optik. Perjanjian kerja sama penyediaan infrastruktur fiber optic antara Paramitra dan PT Indonesia Comnet Plus (ICON+), anak usaha PLN, berlansung pada 18 Juli 2014. Kerjasama tersebut bertujuan untuk mendukung sistem small cell base station (BTS) yang akandibangun oleh Paramitra di beberapa kota besar di Indonesia. (Bisnis Indonesia)

Cipaganti Citra Graha (CPGT) menunda ekspansi karena kasus gagal bayar yang menimpa Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada. Perseroan menyatakan, fasilitas pinjaman dari beberapa kreditur perseroan senilai lebih dari Rp150 miliar dibekukan. Fasilitas pinjaman yang dibekukan itu adalah fasilitas pinjaman jangka panjang yang biasanya digunakan untuk peremajaan armada atau pembelian sejumlah armada baru. Selain itu, kasus gagal bayar berdampak kepada beberapa vendor yang merubah sistem pembayaran dari yang semula bisa kredit menjadi harus tunai, contohnya seperti pembayaran BBM. (Bisnis Indonesia)

Jaya Pari Steel (JYPR) sepanjang semester I-2014 meraup laba bersih senilai Rp4,13 miliar, anjlok 55,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2013 sebesar Rp9,3 miliar. Padahal perseroan mencatat pendapatan senilai Rp176,4 miliar, naik 16,6% dibandingkan dengan pendapatan pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp151,2 miliar. Penurunan tersebut dikarenakan oleh naiknya beban pokok penjualan dan rugi kurs mata uang. Perseroan mengalami rugi kurs sebesar Rp150,2 juta pada semester I-2014, adapun pada periode yang sama tahun 2013 perseroan mendulang untung kurs sebesar Rp2,32 miliar. (Bisnis Indonesia)

Nippon Indosari Corporindo (ROTI) menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga 25% menjadi Rp1,8 triliun dari realisasi tahun lalu yang sebesar Rp1,5 triliun. Sampai kuartal I-2014, perseroan telah mencatatkan pendapatan Rp464,6 miliar, sudah melebihi 25%  dari target pendapatan setahun. Produksi tahun ini, perseroan mematok sebanyak 4 juta potong roti per hari. Untuk mencapai target, perseroan akan menambah kapasitas produksi dengan menambah lini produksi sebanyak 5 hingga 10 lini produksi tambahan. Mengenai realisasi produksi semester I-2014, perseroan belum mau mengungkapkan angkanya. Sekedar informasi, tahun lalu, kapasitas produksi perseroan tercatat sebanyak 3,4 juta potong roti per hari. (Kontan)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 6.056 pengikut lainnya.